Tarik Pelanggan dengan Nama Unik Menggelitik

IEs Buger1
Apa sih artinya? Jangan-jangan yang ngetik lagi ngantuk nih kayaknya. Foto - gooday

GOODAY – Sungguh, beberapa hari ini setiap kali melewati sebuah minimarket di Kota Tanjungpinang, Kepri, yang terlintas di kepala saya ialah selembar kertas ukuran A4 yang ditempel seadanya di sebuah gerobak.

Tulisannya seperti ini, Es Buger Rp5.000. Ada beberapa alasan mengapa hati saya tertambat ke tulisan tadi. Pertama, apa penjualnya tak salah tulis? Mungkin maksudnya Burger. Tetapi saat saya gabung, apakah memang ada Es Burger ya?

Kedua, harganya yang hanya Rp5.000 (jangan salah baca menjadi 50 ribu, apalagi 500 ribu). Ketiga, di atas tulisan tadi, dari balik kaca pelindung tampak berderet tempat buah dan benda lain berwarna.

IEs Buger2
Dari dua benda ini, mana yang es buah seger? Foto – gooday

Ketiga, kok yang beli ramai ya? Dua malam lalu sebenarnya saya ke tempat ini. Baru saja turun dari motor sudah terdengar azan Isya dari masjid. Maksud saya ingin pre order dahulu, biar dibuatkan nanti sepulang Isya saya tinggal ambil.

Tetapi penjualnya tidak ada di tempat. Saya yakin ia tak pergi jauh karena jualannya dibiarkan, maksudnya tidak ditutup yang berarti tidak jualan. (Saya mendapatkan jawaban dari pedagangnya belakangan jika malam itu ia membeli sesuatu di minimarkrt tempatnya menyewa tempat untuk jualan).

Lantas kemarin siang saya memang ingin membeli sekaligus “wawancara” kecil soal nama jualan tadi.

Oleh penjualnya, seorang perempuan muda berjilbab, dikatakan bahwa Es Buger bukanlah Es Burger. Ejaannya juga benar, be u ge e er = Buger. Sambil tersenyum ia kemudian menjawab.

“Es buah seger, Mas.”

Kwkwkwkw hati saya ngakak sengakak-ngakaknya begitu mendengar penjelasan yang sangat jelas dan tak perlu dijelaskan lebih jelas. Namun bibir saya tahan supaya tidak ikut tertawa terlalu lebar.

Saya paham. Lalu untuk Rp5.000-nya saya lirik kemasannya berupa gelas plastik yang agak tinggi. Ooooh, pantas harganya minimalis eh minimanis (kalau jamu minipahit).

Saya beli satu gelas, saya bayar dan pulang. Saya foto dahulu biar sahabat Gooders sejagat raya bisa melihatnya. Kalau soal rasanya menurut saya tak beda jauh dengan es buah lainnya.

Namun yang istimewa menurut saya ialah namanya. Dan menurut Mbak penjualnya, kebanyakan yang awalnya mencoba membeli adalah terdorong rasa penasaran. Sama seperti saya rupanya.

IEs Buger3
Buger adalah buah seger, dikasih es hmmm bikin ngiler. Foto – gooday

Lalu saya terlupa, saat mengetik artikel ringan ini saya buka tab lain di browser dan mengetikkan es buger.

Jeng jeng jeng…. biasanya saya itu tukang browsing kok urusan buger saya tak mencobanya di internet, ya? Rupanya Mbah Google mencatat kata itu sebagai kependekan buah seger.

Dan saya ingat singkatan-singkatan seperti ini bisa saja menjadi terkenal. Contohnya Warung Makan Indomie (Warmindo), Pisang Cokelat (Piscok), Susu Telur Madu Jahe (STMJ), Nasi Goreng (Nasgor), Mie Bakso (Miso), Aci Digemol (Cimol), Aci Pakai Telor (Cilor), Aci Dicolok (Cilok) dan sebagainya.

Saya belum lupa mengapa Mbak penjual Es Buger menggunakan kata unik dan menggelitik?

“Untuk menimbulkan keingintahuan mendalam. Secara alami, manusia itu ingin mencoba sesuatu yang baru, apalagi makanan. Apalagi harganya hanya lima ribu rupiah. Alhamdulillah berhasil,” ungkapnya. ***

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com