Semangat dan Perjuangan Hebat Pelajar di Pulau Jeri Ini Patut Ditiru

Jangankan sepatu, sandal jepit pun harus ditenteng. Foto - suarasiber.com

GOODAY – Tak ada angkutan umum, semudah teman-teman mereka di kota saat berangkat atau pulang sekolah. Belum lagi medan yang harus mereka lewati dari rumah ke sekolah.

Mereka adalah pelajar Pulau Jeri, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepri yang menyadari betapa pentingnya pendidikan. Seandainya di antara mereka ada yang tak pernah tahu kalimat: Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China, sebenarnya apa yang mereka lakukan sehari-hari adalah bentuk nyata kalimat bijak tadi.

Foto – suarasiber.com

Tidak manja, tidak merengek minta diantar. Malas bangun pagi berarti tak masuk sekolah. Karena hanya ada satu perahu yang mengantar jemput mereka dari Pulau Jeri ke Pulau Kasu. Di Pulau Kasulah SMP/SMA satu atap dibangun pemerintah.

Jangan tanyakan bagaimana kalau hari hujan? Sementara perjalanan dari rumah ke pantai di mana perahu menunggu bukanlah melenggang di jalan atau trotoar yang rata. Apalagi halus dibalut aspal hotmix. Hanya ada jalan setapak, tanah. Naik turun mengikuti permukaan bumi di kampung mereka.

Foto – suarasiber.com

Bahkan saat kemarau pun mereka adalah pejuang – pejuang hebat. Ketika laut surut, perahu tak bisa merapat ke daratan. Tak ada pelabuhan atau dermaga di sini. Untuk mencapai perahu, harus melewati permukaan laut yang basah dan becek karena air surut.

Sepatu atau alas kakinya? Masuk tas atau ditenteng dalam plastik. Perahu yang membawa mereka mengarungi harapan juga tak besar-besar amat. Jadilah para pelajar yang diuji alam ini harus berdesakan.

Foto perjuangan mereka dikirimkan oleh seorang mahasiswa Stisipol Tanjungpinang.

Baca Juga:

Apalah Arti Seekor Anak Kucing, Pikirku

Suka Menolong Warga, Honorer Pemda Ini Dapat Kejutan yang Tak Pernah Ia Sangka

Dua Ekor Anak Kucing dan Sebatang Pena

Biarkan Dunia Tahu Engkau Telah Beraksi Kawan!

Gooders, mungkin kalian yang tinggal di kota tak pernah membayangkan perjalanan seperti itu. Tetapi percayalah, dalam setiap langkah perjuangan ada balasan yang indah. Habis Gelap Terbitlah Terang, begitu tulis pejuang emansipasi wanita negeri ini, Kartini.

Semoga apa yang kalian baca kali ini menumbuhkan rasa syukur dan tak ada salahnya berdoa buat para pelajar di Pulau Jeri ini. ***

Berita diambil dan diolah dari sumbernya di suarasiber

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *