Sehat Sehari-hari Tak Harus Berbiaya Tinggi

dengan minuman jahe menjaga tubuh sehat sehari hari
Kebiasanku ialah meminum secangkir wedang jahe sebagai temanku bekerja, terutama kala malam hari. Foto - nurali/gooday

Pagi sampai sore aku habiskan di toko, Jalan Sidorejo nomor 76, Seijang, Bukit Bestari, Tanjungpinang, menemani adik-adik yang membuka jasa pemasangan stiker. Sementara aku harus membuka dashboard portal berita suarasiber.com untuk mulai update.

Sehari bisa belasan berita. Jika beritanya matang, biasanya tak butuh waktu lama untuk menampilkannya di portal. Kadang masih kusempatkan membuat tulisan di blog ini. Mau bilang apa, hobinya nulis.

Malamnya, selepas Isya, kegiatan juga harus berlanjut. Pegal jiwa dan raga. Di usia yang sudah tak lagi muda, di kepala empat. Bersyukur aku masih menjaga tradisi yang diwariskan oleh ibuku di sebuah kampung kecil di Pati, Jawa Tengah.

Kebiasaan itu sederhana, minum secangkir wedang (minuman) jahe setiap malam. Jika di kampung begitu mudahnya aku mendapatkan jahe, karena di belakang rumah kami menanamnya. Sementara di Tanjungpinang, kota tempat tinggalku sekarang, harus beli.

Ini umbi jahe andalanku sejak kecil, tradisi yang diperkenalkan ibuku dan kujaga sampai saat ini. Bedanya hanya soal proses pembuatan, karena sekarang ada serbuk jahe instan. Foto – nurali mahmudi/gooday

Awalnya memang masih rajin ketika ke pasar membeli untuk persediaan. Dua bulan lalu aku berkenalan dengan Sari Jahe produksi Konimex. Aku menemukannya tak sengaja di rak sebuah supermarket di Bintan Centre.

Pertama kulihat pasti harganya. Kalau terlalu jauh ya aku pasti tetap memilih membuatnya secara alami. Rupanya murah. Satu bungkus berisi lima saset cukup ramah di kantong.

Di rak pusat belanja tadi, selain Sari Jahe ada juga Temulawak, Kunyit Asam, Lidah Buaya, Beras Kencur. Pilihanku jelas, Sari jahe.

Dan sampai hari ini produk tersebut menjadi andalanku. Di daerah kepulauan dengan cuaca tak menentu, Sari Jahe sangat membantuku. Kena hujan sudah biasa. Karena bisa saja hujannya lokal, di rumahku cerah di pertengahan jalan hujan deras.

Tahu mengapa aku jatuh cinta dengan minumen saset ini? Yang pertama jelas rasanya, pedas jahenya masih nendang. Setelah itu aku coba rasakan, adakah bedanya mengonsumsi minuman dengan jahe asli direbus sendiri dengan serbuk jahe instan Sari Jahe Herbadrink. Ternyata tak ada bedanya secara signifikan.

Bangun pagiku juga tak berbeda. Bahkan tak jarang jika musim hujan, aku minum satu cangkir jahe instan ini sebelum berangkat bekerja.

Dari laman resminya, herbadrinknatural.com, aku baca Sari Jahe dibuat dari resep minuman tradisional. Selain itu tanpa pengawet.

Sehat tanpa pengawet tentu pilihan utama. Pemanis buatannya bernama Sukralosa, yakni pemanis buatan tanpa kalori. Bahan ini tidak memiliki efek pada metabolisme karbohidrat, kontrol glukosa darah jangka pendek maupun panjang, ataupun pelepasan insulin.

Wah, kalau sudah bicara gula aku paling sensitif. Soalnya radang tak bisa diajak kompromi. Hasil searching di Wikipedia Indonesia ternyata aman dikonsumsi, begitu tertulis di laman referensi itu.

Sukralosa diperbolehkan penggunaannya pada makanan dan minuman di hampir 80 negara termasuk Indonesia dan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penasaran, kemarin aku pun memasukkan merek ke kotak pencarian di laman resmi BPOM. Hasilnya seperti terlihat pada screenshoot di bawah ini.

Foto – tangkapan layar BPOM RI

Sebagai pewarta, cek dan recek menjadi hal yang sebisa mungkin aku lakukan.

Bagiku, Sari Jahe Harbadrink adalah jalan paling mudah untuk menghangatkan tubuh. Juga ada efek relaksasinya. Sudah dari zaman dahulu kehangatan jahe bermanfaat untuk meredakan masuk angin, kembung serta mengurangi rasa mual.

Dengn berat 22 gram per saset, pas untuk secangkir wedang jahe. Tinggal masukkan isinya ke cangkir, seduh pakai air panas. Keunggulannya ialah tak meninggalkan residu atau ampas di dasar cangkir. Artinya bisa diminum hingga teguk terakhir.

Mau tahu kandungan serta manfaat jahe bagi kesehatan manusia? Aku lansir dari pengetahuanumum.com, pada jahe terdapat nutrisi atau gizi serta mineral dan senyawa yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Secara komplit, aku penjelasan dari laman USDA (United States Department of Agriculture). Ada kalori, karbohidrat, air, protein, gula, serat, lemak, vitamin A, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin B1 (Thiamine), Vitamin B2 (Riboflavin), Vitamin B3 (Niacin), Vitamin B5 (Panthothenic acid), Vitamin B9 (Folat), Kalsium, Zat Besi, Magnesium, Fosfor, Potassium, Sodium, Seng.

Begitulah, di tengah kesibukanku ada satu hal yang akan tetap aku lakukan. Tanpa harus sibuk mencari jahe di halaman rumah, mengupas kulitnya dengan pisau, memotongnya atau menggepreknya, memasaknya di atas tungku, menambahkan gula.

Aku menemukannya di Sari Jahe Herbadrink. Ternyata untuk tetap sehat dan hangat setiap hari tak harus mahal. Mungkin teman-teman penasaran dan ingin mencoba? ***

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com