Sego Pecel Jalan Hang Lekir, Tanjungpinang, Coba Kuy!

sego pecel
Sego Pecel Ceria Kak Mery di Jalan Hang Lekir Tanjungpinang, berani nyoba? Foto - gooday

GOODAY – Sego pecel atau nasi pecel adalah makanan khas tradisional yang dikenal sejak dahulu. Salah satu kota yang dikenal dengan makanan ini ialah Madiun. Sampai-sampai di swalayan pun gampang menemukan bumbu pecel instan asli Madiun.

Namun soal aslinya atau bukan saya belum pernah survei. Kalau beli sih pernah, makan juga pernah, rasanya? Ya pecel hehehe.

Nah ini referensi tempat makan di bilangan Batu IX – Batu X Tanjungpinang. Agak susah memang menemukan sarapan sego pecel di kawasan ini. Meski warung menjamur, namun kebanyakan warung padang atau kedai kopi.

Salah satu kekayaan kuliner Nusantara, Pecel Madiun yang kini banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Foto – instagram.com/ jurnal_avrilladee

Ini nih uniknya di Tanjungpinang. Jangan terkecoh ketika pertama kali datang ke kota ini dan mendapati warung bertuliskan kedai kopi. Banyak yang juga menjual banyak menu makanan. Biasanya nih, penjual kopinya yang punya tempat atau penyewa tempat.

Dia hanya jualan kopi, teh, teh susu, kopi o, teh o, jeruk panas, teh tarik, teh obeng, air hangat…. hayo hayo siapa mau, harganya murah loh hehehe. Malah kayak saya yang jadi penjualnya. Maksudnya pemilik tempat hanya jualan air, untuk makanannyaa tersedia di booth-booth yang mentewa padanya. Pintar…

Ih, ngomongin sego pecel kok larinya ke mana-mana. Tapi nggak papa kok, sehabis lari di mana-mana enak loh menyantap makanan ini. Kalau pas melewati Jalan Hang Lekir, Tanjungpinang, jangan lupa mampir ke Kedai Kopi Ceria.

Atau saya tunjukin deh lokasinya. Ini saya embed (halah bahasa apa ini, saya hanya ngutip dari Mbah Google) biar nggak salah.

Inilah tempat jual sego pecel yang mungkin belum banyak kalian ketahui. Kabar terbaru, ketika saya datang pagi tadi kok kebetulan adalah hari pertama pemiliknya, Merry, mulai buka pagi.

Google memang banyak mengupas makanan ini, namun mereka adalah sego pecel Madiun, pincuk, Bu Wiryo, Bu Broto. Kali ini saya mengupas sego pecel Kak Mery.

Dengan harga Rp12 ribu satu porsi, kalian sudah mendapatkan sayuran segar dengan siraman kuah bumbu pecel yang melihatnya saja sudah kepingin. Gerobaknya ditaruh depan ruko, bukan di jalan raya hehe. Maksud saya di teras. Artinya kalian bisa request miaslnya cabenya suruh ngasih 20 biji (busyet), atau kubisnya perbanyak, atau kacangnya kurangi.

Kak Merry akan dengan senang hati menerima request tadi. Bahkan jika kalian ingin nambah pecelnya juga boleh, bayarnya dobel tapi hehe.

Selama ini hanya buka malam. Atas permintaan sejumlah pelanggannya, akhirnya Kak Mery pun buka pagi. Dan alhamdulillah gooday mendapatkan undangan untuk merilis launching jualan paginya.

Jika dibaca lebih mendalam, artinya saya siap dipanggil ke mana saja untuk mereview rumah makan atau tempat usaha kalian sepanjang semuanya memungkinkan. Jangan khawatir, selain bisa dibaca di blog ini juga bisa diklik di akun Instagram saya atau Twitter saya. Sumpah, yang ini promosi hehe.

Mau pakai kupat? Boleh. Foto – gooday

Satu yang saya puji dari sego pecel Kak Mery ialah bumbunya tak pelit. Sampai sayurnya di serpihan terakhir, bumbunya masih tersisa. Kan ada tuh yang penjual pecel ngirit betul sambalnya (mungkin karena cabai mahal), pembelinya mesti pintar-pintar membaginya biar setiap suapan sendok nasi ada rasa pecelnya.

Sego pecel Kak Mery atau Sego Pecel Ceria ini bisa dinikmati di dalam ruangan yang cukup bersih. Dan jangan khawatir lagi, ada WiFi yang lumayan kuenceng. Kalian tidak dilarang saat menyantap nikmatnya sego pecel sambil streaming ke teman-teman.

Bumbunya meleleh di setiap bagian sayurnya. Bumbunya pas, nggak terlalu encer atau kental. Kalau soal pedes, sedang, tinggal resquest saja, ya.

Ke Tanjungpinang? Jangan lupa mampir ke warung sego pecel. ***

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com