Pengusaha ek krim beromzet Rp1,5 miliar ini hanya lulusan SD

Pengusaha Es Krim dengan Omzet Rp1,5 Miliar Sebulan Ini Hanya Lulus Kelas 1 SD

Pengusaha es krim beromzet Rp1,5 miliar ini hanya lulusan SD
Sanawi, Pengusaha Es Krim dengan Omzet Rp1,5 Miliar yang Hanya Lulusan SD diundang ke Kick Andy. Foto – vanesaicecream.com

GOODAY – Pengusaha es krim dengan omzet Rp1,5 miliar sebulan tentu terbayang seseorang yang rapi, pintar dan berpendidikan, Nyatanya tidak seperti itu. Pengusaha es krim yang ditulis gooday.id kali ini adalah orang yang mengawali usahanya dari nol.

Jangankan membayangkan menjadi pengusaha es krim dengan omzet Rp1,5 miliar sebulan, memiliki uang yang cukup untuk makan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup.

Nama pengusaha esk krim dengan omzet Rp1,5 miliar sebulan ini bernama Sanawi. Lahir di Blora, Jawa Tengah. Sejak kecil ia hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ayahnya hanyalah penggembala sapi milik orang lain. Tak heran jika Sanawi hanya mampu sekolah sampai kelas 1 SD.

Sejak itu ia membantu menggembala ternak. Bahkan bapaknya berpirnsip, buat apa sekolah. Mendingan menggembala sapi. Gembala sapi ini dilakukannya belasan tahun. Hingga suatu saat terbersit untuk merantau. Selain mendapatkan pengalaman juga berharap bisa mengubah nasibnya.

Calon Pengusaha Es Krim Merantau ke Jakarta

Pada usia 16 tahun Sanawi berniat berangkat ke Jakarta. Jakarta bagi orang kampung sepertinya adalah belantara liar. Untuk itu ia dititipkan ayahnya kepada seorang tetangganya yang baru pulang ke kampung dan akan balik lagi ke Jakarta.

Sanawi merasa bahwa orang yang dititipi dirinya agak malas. Mungkin karena melihat penampilan Sanawi yang “kampungan” dan belum pernah pergi ke mana-mana.

Sesampai di terminal Sanawi justru ditilap (ditinggal diam-diam) dan dibiarkan kebingungan sendiri. Sanawi menangis lalu pulang lagi ke rumah. Itulah pengalaman paling menyakitkan baginya.

Sanawi bersama Kick Andy. Foto – vanesaicecream.com

Suatu ketika akhirnya ia berhasil tiba di Jakarta. Hanya lulus kelas 1 SD, satu-satunya yang bisa menerima tenaganya adalah buruh bangunan. Mulailah Sanawi bergelut dengan semen, pasir, material bangunan lain. Berat pasti dirasaknnya saat itu. Namun ia sabar dan tak mengeluh.

Toh akhirnya ia sering menyaksikan kehidupan di sekelilingnya. Hingga merasa bahwa menjadi buruh bangunan sungguh berat dan hasilnya belum seperti yang diharapkan.

Sanawi berinisiatif mencoba menawarkan jasanya keliling sebagai tukang cat. Apalagi pada tahun 2002 ia menikahi gadis pujaannya. Kebutuhan semakin berat. Dari rumah ke rumah ditawarinya, namun nasib baik belum berpihak kepada lelaki yang hanya lulusan kelas 1 SD ini.

Lulusan Kelas SD Akhirnya Mencoba Jual Es Krim Keliling

Akhirnya, saat mandornya sedang tak ada proyek, ia mencoba berjualan es krim keliling menggunakan sepeda.

Ia langsung diterima dan mulailah menjalani profesi sebagai penjual es krim keliling. Saat setor ke pemilik modal dan mendapatkan uang, betapa senangnya hati Sanawi. Namun sampai saat itu belum terpikir bakal menjadi pengusaha es krim dengan omzet Rp1,5 miliar sebulan. Itu jauuuuh dari bayangannya.

Baca Juga:

Ide Usaha Sangat Sederhana, Anik Kantongi Keuntungan Tak Terduga

Kisah Sukses Susi Pudjiastuti, Lulusan SMP Bermodal Rp750 Ribu

Murid Dibully Guru Musik Tiada Henti, Dibuktikan dengan Prestasi

Kepala Desa Kreatif Ini Sukses Gelar Bazar Tanpa Gerogoti Duit Pemda

Melestarikan Jajanan Kampung Ala Mbah Hadi, Bisa Jadi Inspirasi

Namun pekerjaan ini tak lama dijalaninya. Ia diberhentikan. Bingung mau kerja apa, Sanawi nekad berjualan es krim dengan jalan minta tolong temannya yang masih jualan es krim untuk membelikan es krim untuknya. tentunya si teman sudah mengambil untung.

Namun Sanawi tak peduli. Ia tetap berjualan es krim keliling. Meski ia mendapatkan untung, namun tetap saja belum mencukupi kebutuhannya sekeluarga.

Pindah ke Kalimantan dan Sukses Berkat Es Krim

Di Kalimantan sifat kerja keras dan jujur tetap menjadi sifat Sanawi. Di kota baru ini ia kembali berjualan es krim keliling. Dengan ketekunan luar biasa ia berhasil mengembangkan jiwa bisnisnya.

Tuhan tak pernah tidur, usaha es krim keliling membuat penghasilan Sanawi cukup lumayan. Hingga suatu ketika ada distributor es krim yang percaya semangatnya. Uniknya, Sanawi baru bisa membaca dan menulis pada tahu 2010. Itu pun anak semata wayangnya yang mengajarinya.

Kini Sanawi adalah pengusaha es krim dengan omzet Rp1,5 miliar sebulan. Dari mana ia mendapatkan omzet sebesar itu? Ternyata ia memiliki 700 mitra yang membantunya. Ia memiliki brand vanesa ice cream.

Sanawi Juga Menyewakan Kontainer dan Bisnis Daging Beku

Selain es krim berlabel vanesa ice cream, Sanawi juga menyewakan kontainer. Bukan pekerjaan bagi orang yang hanya lulusan kelas 1 SD. Nyatanya Sanawi berani mencobanya. Ia pun sering diselorohi teman-temannya jika tanda tangan. Jangan asal tanda tangan nanti mobilnya hilang ditipu orang, begitu olok-olok temannya.

Sanawi bersama Deddy Corbuzier di acara Hitam Putih
Sanawi diundang ke acara Hitam Putih yang Dipandu Deddy Corbuzier. Foto – vanesaicecream.com

Belum lagi minimarket yang memberikan pemasukan lain selain es krim dan penyewaan kontainer. satu lagi, Sanawi adalah pengusaha daging ayam beku. Ia memiliki mesin pendingin yang bisa digunakan untuk menyimpan daging ayam sebelum didistribusikan kepada para pedagang yang lebih kecil.

Perjalanan sukses Sanawi tak luput dari hambatan. Ia mengaku sering ditipu karena memang tak bisa baca tulis sebelum tahun 2010. Kerugian terbesarnya mencapai Rp600 juta. Saat ia menyetor uang kepada seseorang untuk pesan barang ternyata barangnya tak dikirim. Tak sedikit juga yang membawa lari barang dagangannya.

Pengakuan Sanawi, sukses diperolehnya selain anugerah Tuhan juga tetap bekerja keras dan jujur. *** -Nurali Mahmudi-

Dilansir dan diolah dari sumber berikut:

 

About: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com