Menyerah Saat Kesuksesan Tinggal Selangkah

sukses kutipan thomas alva edison
Sukses bisa berawal di mana saja, hanya prosesnya yang tak semua orang bisa melakukannya. Foto- we are talking by hanglekir.web.id
sukses kutipan thomas alva edison
Kesuksesan bisa dimulai dari mana saja. Foto – we are talking oleh hanglekir.web.id

GOODAY – Thomas Alva Edison bukan hanya pengusaha dan penemu hebat di Amerika. Salah satu kalimatnya yang masih diingat sampai saat ini ialah soal kesuksesan.

Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up.” – Thomas A. Edison

Artinya lebih kurang seperti ini, banyak dari kegagalan dalam hidup yang terjadi adalah, orang-orang yang tidak menyadari seberapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka memutuskan untuk menyerah.

Saya jadi teringat penjual tela-tela yang ada di teras Kurnia Midi Market di Jalan Hanjoyo Putro, Tanjungpinang. Saya sebut saja Mbak Tela-tela, seorang perempuan tangguh yang menjalani setiap langkahnya dengan kesabaran luar biasa.

Setidaknya kesan bosan menunggu berkurang karena merasa diajak ngobrol santai.

Saya juga ingat, lokasi yang kini disewa Mbak Tela-tela ini juga pernah disewa beberapa orang. Bahkan kabar yang saya dengar, penyewa sebelumnya hanya bertahan dua hari.

“Saya sudah hampir sebulan, tanggal 1 nanti genap sebulan,” ujar Mbak Tela-tela, semalam.

Ia pun mengaku menjalani usaha ini dengan niat Bismillah dan semangat serta kesadaran seperti yang dikatakan Thomas Alva Edison. Selama ia masih bisa memutar hasil jualannya untuk membeli bahan dan sewa tempat, ia mengaku akan bertahan.

“Bisa muter (hasilnya) dulu sudah bagus, Mas,” ujar perantau asal Jawa Timur yang sebelumnya sempat tinggal di Batam ini.

Karena sudah mengantongi prinsip sabar sambil terus berusaha, Mbak Tela-tela ini selalu menyukuri hasil yang diperolehnya setiap hari. Berdasarkan keterangan orang-orang ia termasuk penyewa yang lumayan bertahan meski belum sebulan, ia hanya bersyukur.

Sukses itu jauh dari pemikirannya. Ia hanya berangkat jualan, melayani pembeli sebaik mungkin, mencatat segala pengeluaran di buku, menghitungnya sesampainya pulang ke rumah. Semua proses itu dilakukannya dalam balutan rasa syukur yang kental.

Ia juga tak terburu-buru mengambil pembantu atau karyawan. Semalam, saya lihat ie kewalahan melayani pembeli. Ada yang membeli tela-tela bumbu jagung manis, balado. Ada juga yang sate bakso atau sosis, sementara yang lain pesan pisang keju.

Menurutnya, semalam memang hujan pertama yang turun di Tanjungpinang. Maklum jika pembelinya lebih banyak ketimbang hari biasanya.

“Mungkin hawanya dingin, jadi pingin camilan yang panas-panas,” ujar Mbak Tela-tela.

Mbak yang satu ini mungkin tak kenal siapa itu Thomas Alva Edison, namun apa yang dilakukannya seperti apa kata penemu hebat itu. Apakah Anda termasuk orang yang bisa berpikir seperti itu?

Atau bayangan terlalu tinggi membengkak di otak Anda, dengan mematok sehari harus dapat sekian rupiah, harus habis sekian ratus potong sosis dan sebagainya. Sementara kenyataannya berbeda, dan tumbanglah harapan Anda. Sewa sebulan ditinggal hanya beberapa hari.

Padahal, bisa saja beberapa hari ada perubahan dalam usaha Anda. Karena masih ada Tuhan, perencana terhebat yang tak pernah membocorkan rencananya kepada saya, anda, kita. ***

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com