Jika Tuhan Berkehendak, Si Miskin Ini Jadi Bupati

abdul haris bupati anambas 6745gf
Foto - anambaskab.go.id

GOODAY – Pekerjaan terakhir Sarjana Hukum bernama Abdul Haris di Tanjungpinang ialah Satpam Hotel Central. Setahun menjalaninya, akhirnya Haris pulang kampung ke Tarempa membawa Rp900 ribu sisa gaji yang dikumpulkannya.

Kepulangannya pada tahun 1999 itu ternyata mengubah jalan hidupnya hingga saat ini.

Dilansir dari suarasiber, di Tarempa ia justru diminta menjadi Ketua PAC Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia dipilih karena memiliki ijazah S1. Kebetulan waktu itu ada Pemilu Lesgislatif dan Pemilihan Kepala Daerah Natuna yang baru terbentuk.

Haris menolak karena ia menyadari politik tak pernah menjadi tujuannya. Namun desakan itu terlalu kuat untuk dihindarinya. Ya sudah, tawaran itu pun diterimanya.

Anak petani miskin ini terbukti mampu membawa partainya diterima masyarakat. Partai yang dipimpinnya sukses menempatkan wakilnya di DPRD Kabupaten Natuna. Padahal, sebagai pimpinan partai Haris bisa saja mendapatkan kursi itu. Namun ia lebih memilih menghargai kader yang lebih lama mengurus partai ketimbang dirinya.

Haris tetap bekerja dengan ikhlas, menjalankan amanat partainya. Hingga pada 2004 ia terpilih untuk pertama kalinya sebagai anggota DPRD Natuna.

Kala itu ada tawaran menjadi wakil bupati mendampingi Daeng Rusnadi. Namun Haris menolaknya. tahun 2009, semua anggota DPRD Natuna asal Anambas kembali ke kampung halamannya.

“Anambas sudah terbentuk menjadi daerah otonom, Kabupaten Kepulauan Anambas,” kata Haris.

Haris kemudian ditawari mendampingi Tengku Mukhtaruddin maju dalam Pilkada Anambas. Dan terpilih. Haris pun resmi menjadi Wabup Anambas Periode 2010 – 2015.

Haris yang pernah mengenyam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah serta hidup dalam ajaran agama yang kuat memiliki obsesi. Impiannya, Anambas memiliki masjid besar yang megah yang bisa menampung ribuah jemaah.

Karis politik Haris meroket. Usai mendampingi Tengku Mukhtaruddin, ia kemudian maju sebagai Bupati Anambas berpasangan dengan Wan Zuhendra untuk masa jabatan 2016 – 2021.

Kini Haris adalah seorang Bupati. Bupati yang pernah dua jam setiap hari mendayung sampan ke sekolah, yang pernah mengaduk semen membiayai kuliah, yang membantu orangtuanya berjualan sayur, yang melamar ke banyak mal di Batam tak ada yang menerima.

“Alhamdulillah, Masjid Agung di Tarempa saat ini sudah hampir selesai. Kapasitasnya sekitar 3.000 orang. Dalam beberapa bulan ke depan, Insyaallah kita resmikan,” jelas Haris. (sudah tamat ya)

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com