Ini Alasan Kenapa UKM Pun Butuh Software Akuntansi

Accurate software akuntansi
Aplikasi Akuntansi Online Accurate bisa digunakan baik oleh pelaku UKM maupun perusahaan besar. Foto - ilustrasi/gooday

Tak ada yang tak ribet mengurus sebuah bisnis, baik itu Usaha Kecil Menengah (UKM) atau perusahaan lain. Akuntansi atau laporan keuangan menjadi kunci yang harus dijaga. Sayangnya tak sedikit pemilik usaha tak memahami manajemen usahanya, hanya mempercayakannya kepada orang lain yang dinilai bisa.

Ketidakmampuan pemilik UKM mengelola manajemen usahanya bisa karena banyak alasan. Salah satunya beranggapan akuntansi adalah proses yang membutuhkan hardware mahal dan memerlukan waktu khusus.

Akuntansi adalah pekerjaan para ahli, memusingkan, hitung-hitungan yang rumit dan sebagainya. Pemikiran-pemikiran seperti itu bisa membuat seorang pelaku usaha mengesampingkan akuntansi. Bahkan yang paling sederhana sekalipun, mencatat di buku.

Hal seperti ini seharusnya terhindarkan bila menggunakan software akuntansi. Foto – ilustrasi/gooday

Ada banyak kegunaan akuntansi di sebuah perusahaan. Diantaranya mampu menyediakan informasi sekaligus solusi jika menyangkut keuangan. Jika tercatat, tentu lebih memudahkan bagi pemilik usaha dan karyawan mengukur kondisi perusahaan.

Akuntansi juga memudahkan pemilik usaha untuk selalu berhubungan dengan calon konsumen, pelanggan atau klien lain. Salah jika ada yang beranggapan akuntansi itu melulu untuk internal perusahaan.

Berkembangnya usaha, entah UKM atau lainnya, tak lepas dari keterlibatan pihak ketiga. Untuk meyakinkannya, tentu dibutuhkan data yang akurat, tercatat, dan bisa diakses kapan saja. Dan ini keuntungan aplikasi akuntansi online.

Fungsi akuntansi lain, menjadi mesin pengontrol keuangan usaha. Keuangan adalah nadi usaha, jika aliran keluar masuknya tersendat di beberapa tempat, ibarat tubuh akan sakit. Memiliki usaha tanpa mengetahui kondisi keuangan berarti menunggu tutup. Dengan akuntansi bisa dilacak setahun ini berapa peningkatan omzet, berapa banyak relasi yang menunggak pembayaran dan sebagainya.

Pengambilan keputusan menjadi dinamisasi sebuah usaha. UKM yang ingin tetap eksis di Revolusi Industri 4.0 akan melakukan kegiatan akuntansi secara matang. Semakin banyak orang terlibat membutuhkan kajian khusus jika pimpinan ingin mengambil kebijakan.

Sementara teknologi tak mau diajak kompromi. Semakin tua usia dunia, semakin ingin menjadikan hidup itu lebih mudah. Urusan berbelanja misalnya, dahulu hanya untuk membeli terasi atau belacan harus jalan kaki ke warung ujung kampung. Kini aplikasi memangkasnya di batas yang tak bisa ditoleransi zaman dahulu.

Teknologi dirancang, dibuat untuk keperluan manusia di berbagai bidang. Akuntansi? Tak luput dari sasaran teknologi. Jika sudah seperti ini, relevankah jika masih ada pemilik UKM yang gagap akuntansi?

Perusahaan pembuat software akuntansi online pun bermunculan, kemudian melahirkan aplikasi untuk para pelaku UKM. Accurate Online adalah software akuntansi cloud yang memberikan solusi bagi UMKM dan perusahaan di Indonesia.

Accurate telah telah meraih penghargaan Top Brand Award untuk kategori aplikasi akuntansi terbaik yang diprakarsai Majalah Marketing. Bisa dikatakan langganan penerima penghargaan, karena dari tahun 2016 hingga 2019 selalu mendapatkannya. Juga diklaim telah digunakan oleh 80.000 lebih pelaku UMKM dan perusahaan lain.

Accurate mendapatkan penghargaan dari Majalah Marketing tahun 2019 sebagai aplikasi akuntansi terbaik. Penghargaan diterima CEO PT Cipta Piranti Sejahtera, Yoseph Setphen (kanan). Sumber foto: cpssoft.com

Pertanyaannya, perlukah pelaku UKM memanfaatkan software akuntansi, seperti Accurate? Untuk mendapatkan jawabannya, ada baiknya dibaca beberapa hal yang sebagian dikutip dari laman resminya.

  1. Pengusaha bukan hanya mengurus bisnis. Baik pengusaha UKM atau lainnya, adalah manusia yang memiliki banyak pekerjaan. Waktu untuk keluarga, bertemu dengan calon klien, rapat terbatas dengan rekan bisnis dan sebagainya.
  2. Pembuat aplikasi akuntansi online sudah memikirkan agar karya mereka bisa digunakan oleh siapa saja pemilik usaha termasuk UKM agar bisa menjalankannya.
  3. Piranti lunak akuntansi online juga tak membutuhkan peralatan yang canggih. Hanya membutuhkan sebuah smartphone. Dengan begitu, ruang kerja untuk urusan akuntansi bisa dilakukan di dunia maya.
  4. Aplikasi akuntansi online sinkron dengan internet banking. Bisa dibayangkan jika untuk transfer atau mengecek transaksi keuangan yang keluar masuk ke rekening harus bolak – balik ke bank. Kalau bank tutup karena hari libur atau tanggal merah nasional?
  5. Urusan membayar pajak juga lebih mudah karena aplikasi akuntansi online seperti Accurate sudah membenamkan aplikasi menghitung pajak secara otomatis. Baik itu PPN, PPh 23, PPh 4 ayat 2, PPh 15, PPh 21 dan PPh 22.
  6. Pemilik UKM atau perusahaan lain memiliki sebuah dashboard pribadi yang bisa dicek setiap saat. Bayangkan saja dashboard mobil Anda, ada banyak panel dan instrumen yang tak membuat ribet, justru memudahkan mengatur laju mobil di jalan.
  7. Bila masih saja ada yang berpikiran pelaku UKM tidak cocok menggunakan aplikasi akuntansi online karena gaptek, bisa menyaksikan video tutorial atau menghubungi pihak pembuat aplikasi.
  8. Harga aplikasi akuntansi online tidaklah semahal yang dibayangkan.

Sudah membacanya? Lantas apa yang harus dilakukan jika saat ini masih merasa kesulitan mengelola akuntansi usaha yang terus tumbuh berkembang.

Beberapa hari belakangan santer dikabarkan bagaimana Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tengah menjajaki kerja sama dengan marketplace kondang di Indonesia. Tujuannya ialah pengembangan usaha dan jaringan pemasaran produk UMKM di Indonesia.

Keran itu sudah dibuka. Pemilik UKM boleh menjual produknya di mana saja, online atau offline. Namun pasti tetap membutuhkan pencatatan yang rapi agar mengetahui perkembangan usaha.

Zaman now, mengelola sebuah usaha tak bisa lepas dari aplikasi akuntansi online. Persoalannya bukan tidak mampu, melainkan mau atau tidak. ***

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com