Bisnis Sampingan Apa, Ya? Berikut Panduannya

bisnis sampingan
yang punga komputer dan printer di rumah, bisa mencoba membuka jasa pengetikan. Foto - gooday

GOODAY – Bisnis sampingan adalah kegiatan di luar pekerjaan utama yang dimaksudkan bisa menambah pemasukan. Meski ada yang mengaku hanya melakukan hobi, pada kenyataannya bisnis jenis ini tetap diharapkan ada profitnya.

Di masa serba digital ini, bisnis sampingan online menjadi pilihan banyak orang. Hal ini memungkinkan karena tidak membutuhkan banyak modal. Jadi jangan terjebak kalau ada yang mengatakan bisnis online tanpa modal. Meski membeli kuota internet itu juga modal.

Yang punya banyak waktu luang, khususnya ibu-ibu bisa membuka usaha pesanan kue. Foto – gooday

Atau diam-diam membobol kata kunci WiFi tetangga juga modal lho. Modal berusaha menemukan aplikasi yang pas atau pura-pura duduk di teras biar jarak sinyalnya cukup kuat. Hayo ngaku, semuanya itu juga harus disebut modal usaha, kan?

Kan modal itu tak hanya uang, barang. Konsultan itu mendapatkan uang dari memberikan konsultasi, pelukis modalnya pena atau cat warna. Penyanyi modalnya suara.

Kalau disebut bisnis online dengan modal minim menurut saya boleh saja, dan itu yang masuk akal.

Oke kembali ke topik, bisnis sampingan di rumah agaknya juga bisa dicoba. Ini khususnya untuk remaja putri yang nganggur di rumah atau hanya bantu-bantu ibunya di dapur. Atau ibu-ibu rumah tangga yang tak lagi memiliki anak kecil sehingga banyak waktu luang.

Cari Bisnis Sampingan yang Nggak Ribet

usaha sampingan karyawan pabrik
Salah satu usaha sampingan yang modalnya tak besar ialah jual pulsa. Foto – gooday

Usahakan menjalankan bisnis sampingan sesuai bidang yang disukai atau menjadi kegemaran. Tak ada salahnya remaja putri lulusan SMK bosa membuat kue-kue sederhana lalu jual di teras rumah. Biar ibu yang menjualnya.

Peluang usaha sampingan karyawan juga banyak kalau mau dan tidak malu. Contohnya jualan pulsa. Ingat, jangan lihat untung per transaksi, namun cobaklah menggaet sebanyak mungkin teman kerja sebagai langganan. Ya kalau seskali ada yang minta pulsa makam bayarnya besok pagi di tempat kerja, kasih saja. Dan catat.

Bagi keryawan perusahaan yang suatu hari pulang kampung dan melihat bisnis sampingan coba saja lakukan. Usaha sampingan di desa kalau dijalani serius juga tak kalah bagusm kok.

Contohnya penggemukan kambing atau sapi. Tentu saja Anda harus memahami ilmunya, setidaknya bagi sarjana peternakan. Bukan bidangnya boleh, tetapi setidaknya harus konsultasi dengan orang akan dipasrahi menjalankannya.

Usaha sampingan yang ribet seperti apa? Misalnya, bagi pelajar yang sekolah pagi harinya, praktis waktu luangnya sepulang sekolah sampai jam 8 malam. Kalau jam 9 ya harus belajar, dong. Kalau memilih usaha sampingan makanan waktunya ya mepet. Jika dipaksakan memasak akan ribet sendiri nantinya.

Atau karyawamn pabrik yang usaha sampingan jasa pengurusan dokumen, harus dipikirkan ulang. Ia harus ke sejumlah kantor sesuai dokumen yang diurus, sementara jam kerjanya pagi. Jangan buat ribet dengan usaha sampingan.

Mulai Saja Dulu

yang hobi mendesain bisa terima jasa desain seperti ini lalu menjualnya secara online. Foto – gooday

Meski sampingan dan biasanya juta tak butuh modal gede, nyatanya banyak yang masih maju mundur ketika mau terjun. Ada satu nasihat atau pesan bagus yang mungkin bisa Anda jadikan penambah keyakinan.

Dari artikel yang pernah saya baca, seorang CEO The Content Factory bernama Kari DePhilips mengatakan mulai saja dulu. Semakin cepat semakin bagus. Bahkan kalimat Kari ini luar biasa, ia berani mengatakan ketika Anda sudah memulai bisnis, peluang lainnya akan selalu ada.

Nah, kan?

Kalau saya balik pertanyaannya menjadi begini, bagimana menurut Anda? Kapan Anda tahu bisnis sampingan itu gagal atau berhasil kalau tak pernah dicoba?

Mau usaha sampingan karyawan pabrik, ibu rumah tangga mulai saja dulu. Nggak punya modal? Mulai yang modalnya cuma tenaga. tenaga nggak kuat? Mulai saja yang modalnya pemikiran.

Sobat Gooders, ada seorang karyawan sebuah bank Swasta di Tanjungpinang. Ia teman saya, justru memulai usaha sampingan sebagai penjual stiker cutting. Laptopnya kecil, mesinnya kecil, kiosnya kecil. Jualannya selepas pulang kerja.

Ternyata ia bisa nyambi kuliah, nyicil rumah, nyicil motor. Selain dari gajinya, penghasilannya juga dari stiker. Dan sampai sekarang ia masih setia dengan bisnis sampingan. ***

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com