Berikut Kunci Sukses Mulai Usaha Sendiri

rujak serut es puter2
Yang punya passion kuliner, seyogyanya buka usaha sendiri tak jauh dari bidang ini. Foto - gooday

GOODAY – Apa sih sebenarnya tantangan terbesar bagi orang-orang yang memulai usaha sendiri? Bukan karena tak ada modal, bukan karena otak buntu sehingga sulit melahirkan ide baru yang segar.

Coba deh sesekali Anda berbincang dengan para pemilik usaha yang dikelola sendiri. Ya harus pandai-pandai supaya mendapatkan penjelasan. Jangan begitu datang, baru pesan satu gelas air minum langsung nembak nanyak ini itu ini itu. Bagaimana caranya itu Anda yang paham, tujuannya ialah mendapatkan keterangan seputar mengelola usaha sendiri.

Mungkin jawabannya bisa beragam. Tetapi jika mau dikerucutkan, sebenarnya tantangan terberat membuka usaha sendiri ialah nanoukah terus bertahan? Ingat bro, sist, zaman itu bukan sesuatu yang statis. Alam adalah sebuah pergerakan yang dinamis.

rujak serut es puter1
Harus banyak belajar dari orang lain yang sudah sukses duluan. Foto – gooday

Ada alamnya, cuacanya, iklimnya, musimnya. Ini berkaitan lho dengan mengelola usaha sendiri. Misalnya musim kemarau ya pedagang es tersenyum, musim hujan ya pedagang gorengan senang, musim masuk sekolah ya pedagang seragam panen dan sebagainya.

Nah, kalau usahanya dikelola banyak orang tentu setiap persoalan bisa dishar ke teman lain. Akan ada banyak kepala yang mencoba memecahkan masalahnya. Persoalannya, Anda adalah diri sendiri yang mengelola sebuah usaha. Semua Anda pikir sendiri.

Ada beberapa hal yang bisa membantu Anda yang saat ini ingin membuka usaha sendiri.

Pertama, doa yang baik. Menurut saya ini penting banget. Sesuatu dilihat dari niat awalnya. Kalau nawaitunya biar bisa ngalahin tetangga yang sok pamer, kayaknya kok kurang sip ya?

Atau nawaitunya, ingin dapat duit lalu foya-foya dan hambur-hamburkan duit, kayaknya kurang bagus juga ya? Nawaitu membuka usaha untuk menyiapkan masa depan, membantu orang lain dan beribadah (misalnya) kok terasa lebih menenangkan.

Kedua, ada mimpi besar di kepala. Jika seseorang punya mimpi besar, setiap saat ia akan berusaha bagaimana meraihnya. Mimpi adalah sesuatu yang akan dicapai meski bagaimanapun caranya. Ini bisa menjadi aura positif lho bro.

Ah, ingin buka usaha sendiri servis elektronika ah. Kalau sudah besar ingin membuka di ruko satu pintu di pasar kecamatan. Kalau berhasil dan berusaha agar berhasil, akan mencoba menjadi distributor barang elektronika sekalian.

Itu mimpi bro, sist. Beda dengan orang yang cuma begini, mau buka usaha tela-tela sendiri di rumah. Daripada teras nganggur. Ya kalau lagi malas bisa libur, kalau butuh duit baru jualan lagi. Ada nggak yang masih punya pikiran seperti ini? Ada, meski jumlahnya sangat sedikit.

Ketiga, sesuaikan dengan passion. Begini contohnya, seseorang yang tak pernah tahu dunia gorengan tiba-tiba membuka usaha gorengan disudut kampung. Padahal ia dari SD sudah suka buat-buat minuman. Kesukaannya sih memang membuat aneka minuman.

Namun karena permintaan temannya yang memiliki tempat di sudut kampung dekat rumahnya, akhirnya ia memilih mengalahkan ketertarikannya (passion).

Artinya, yang punya passion kuliner ya buatlah usaha kuliner, yang hobi ngajar ya buatlah les atau privat dan kursus. Begitu juga dengan passion lainnya. Jangan coba-coba melawan arus. Kalau Anda mengambil contoh ada kok yang sukses meski usaha sendiri dibukanya di luar passionnya, itu tak banyak. Dia akan lebih mengeluarkan energinya dibandingkan yang sudah dimodali passion yang sama.

Jangan malu belajar. Bagi orang Indonesia ada kalimat sakti: belajarlah dari mulai di ayunan sampai liang lahat. Belajarlah dari orang-orang yang sukses, bagaumana cara mereka mengelolanya. Bagaimana cara mereka, meski sendiri namun bisa bertahan. Hujan badai langir mendung, gelap, petir menyambar, tetap mampu berdiri.

Dukungan orang-orang terdekat. Karena usaha Anda dikelola sendiri, pasti butuh teman curhat ketika ada masalah. Orang yang paling tepat ialah keluarga. Bisa ayah, ibu, kakak, adik, abang, sepupu, ipar, istri, suami dan sebagainya.

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi panduan saat Anda ingin mencoba membuka usaha sendiri. Masih ragu bro, sist? Ayo, ah, mumpung ada semangat. Kapan lagi memulai kalau ditunda-tunda melulu hehe. ***

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com