lafaz bismillah
Kaligrafi karya Hasan Celebi. Foto - kaligrafi--islam.blogspot.com

Berhari-hari Mikir, Akhirnya Jadi dengan Bismillah

GOODAY – Dua hari lalu saya kedatangan teman. Sebenarnya ia datang menjumpai saya ada urusan lain, namun entah mengapa tiba-tiba percakapan kami mengerucut ke satu hal. Bacaan bismillaahirrahmaaniraahiim yang selanjutnya saya tulis bismillah.

Awalnya saya tak tahu jika teman saya ini punya pekerjaan lain, selain marketing sebuah produk makanan. Seiring detik jam dinding berputar, akhirnya ia mengatakan jika selama ini ia juga aktif di sebuah komunitas.

Saya tidak tulis nama dan jenis kegiatan komunitasnya. Hanya, komunitas teman saya ini membutuhkan ketulusan saat harus berhadapan dengan masyarakat. Apalagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Yang menarik dari apa yang dia sampaikan ialah bagaimana perjuangan untuk membuat nama komunitas. Namanya saja komunitas, saat dirapatkan akan banyak ide, gagasan dan usulan. Termasuk soal nama tadi. Dan asal tahu saja, karena jenis kegiatan komunitas ini menjadi sangat penting, ada hubungannya dengan pertanggungjawaban nanti di hadapan Allah, maka perlu dipikirkan matang-matang.

Oleh salah satu orang di komunitas ini, suatu malam ia melaksanakan ibadah untuk meminta petunjuk. Keesokan siangnya diselenggarakan pertemuan dengan anggota yang lain.

Beberapa nama yang diajukan dan akhirnya gagal dipakai masih membayangi calon anggota komunitas ini. Ah, jangan-jangan nama yang akan diusulkan setelah melalui renungan dan doa di malam sepi akan kembali mentah.

“Diawali dengan bismillah, alhamdulillah semua yang hadir sepakat menggunakan nama yang disampaikan teman tadi,” ungkap teman saya.

Ia kemudian menyodorkan ID card komunitas tempatnya bergabung dan belajar berorganisasi. Saya baca sekilas nama yang tertara di bagian atas tanda pengenal tersebut.

Kata teman baru saya ini, kadang kita manusia lupa bahwa niat adalah pintu untuk melakukan banyak hal. Tentu saja niat di sini adalah niat baik. Dan bagi saya dan teman saya yang beragama Islam, mengawali sesuatu dengan bismillah sepertinya sangat mudah.

Padahal kalau tidak dibiasakan justru menjadi biasa untuk tidak mempraktikkannya. Pada intinya bismillah, lanjut teman saya, adalah doa dan teringatnya seorang muslim akan Tuhannya yang memiliki sifat maha.

“Bismillah itu bukan kalimat yang mahal, yang harus irit diucapkan. Asalkan ingin memulai sebuah perbuatan baik, cobalah untuk membaca bismillah. Insyaallah lebih ringan menjalaninya,” tutur teman saya.

Saya kembalikan ke diri saya sendiri. Saya masih bersyukur melakukan apa yang dikatakan teman tadi. Setidaknya ketika hendak tidur dan makan. Selebihnya saya tidak lupa bahwa saya tidak mengucapkannya.

Tetapi saya ingat benar bahwa saya mengucapkan bismillah ketika hendak memulai menulis artikel ini. Saya punya pemaknaan sederhana, tulisan ringan ini semoga dianggap sebagai sebuah kebaikan dan tak ada salahnya saat mulai menulisnya saya harus ucapkan bismillah.

Selamat malam gooders yang baik hati di seluruh dunia, selamat istirahat. Bismillaahiraahmaanirrahiim, باسمِكَ اللَّهُمَ أَحْيا وأمُوتُ (bismika Allaahumma akhyaa waamuut)…

About: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com