Ide Usaha Sangat Sederhana, Anik Kantongi Keuntungan Tak Terduga

Ide usaha ini sederhana, hasilnya luar biasa
Ide usaha ini sederhana, hasilnya luar biasa
Ide usaha yang sederhana dan dijalani Anik dan suaminya Supri ini terbukti hasilnya bisa diandalkan. Foto-gooday.id

GOODAY – Ide usaha sangat sederhana kadang memberikan income yang tak sederhana. Ide-ide yang tak harus njlimet dan dipiirkan berbulan-bulan bisa jadi merupakan peluang yang harud Anda ambil saat itu juga.

Kisah yang akan gooday bagikan kali ini tentang betapa sebuah ide usaha sangat sederhana telah membuat hari-hari Anik, seorang warga Tanjungpinang, Provinsi Kepri bahagia. Perempuan berhijab ini tak butuh waktu lama untuk memikirkan ide yang ada dalam otaknya.

Baca Juga:

Kisah Sukses Susi Pudjiastuti, Lulusan SMP Bermodal Rp750 Ribu

Murid Dibully Guru Musik Tiada Henti, Dibuktikan dengan Prestasi

Kepala Desa Kreatif Ini Sukses Gelar Bazar Tanpa Gerogoti Duit Pemda

Anik yang lahir di Solo masih tetap memiliki teman dan saudara yang ada di kota kelahirannya itu. Suatu ketika, kira-kira sebulan lalu ia tahu di Solo dan kota-kota lainnya di Jawa tengah marak arena mewarnai kaki lima. Lantas Anik pun mencari informasi lebih lengkap tentang usaha tersebut.

Tak hanya dengan browsing di dunia maya, ia juga bertanya kepada sudara bagaimana untuk mendapatkan bahan bakunya, berapa harganya dan proses pengirimannya. Setelah berdiskusi dengan suaminya, Supri, akhirnya suami itsri yang sama-sama perantau ini membulatkan tekad.

Ide Usaha Sederhana Tak Butuh Banyak Biaya

Arena mewarnai biasanya ada jika ada event organizer menyelenggarakan lomba mewarnai. Di Kota Tanjungpinang, kegiatan untuk meicu kreativitas anak-anak di bidang seni rupa ini masih kurang. Sesekali ada, namun tak tetap waktunya. Biasanya ada saat ada launching produk atau ulang tahun lembaga, instansi dan sejenisnya.

Usaha ini hanya membutuhkan lokasi di tepi jalan yang tak cukup luas. Sebisa mungkin masih menyisakan tempat parkir, selain alas tempat mewarnai agar anak-anak bisa duduk dengan santai. Sementara yang harus dibeli hanyalah papan gabus atau styrofoam yang sudah ada sketsa gambarnya. Desain gambarnya bermacam-macam, tinggal memilih sesuai kebutuhan.

“Yang paling banyak disukai anak-anak yang gambar-gambar kartun,” terang Anik kepada gooday.id, Sabtu (9/3/2019) malam.

Anik juga memesan cat warnanya sekalian. Jadi satu paket, begitu barang datang sudah langsung bisa memulai usaha ini. Begitu juga dengan tripod kayu portable sebagai penyangga bidang gambar, dibelinya sekalian dari Solo.

Baca Juga:

Melestarikan Jajanan Kampung Ala Mbah Hadi, Bisa Jadi Inspirasi

Bapak Buang Kakeknya ke Hutan, Anak Lelakinya Bersikap Seperti Ini

Perjalanan Hidup Ir Ciputra Meraih Sukses

Untuk menentukan lokasinya, Anik dan suaminya berkeliling mencari tempat yang kira-kira mudah terlihat dan anak-anak nyaman serta aman saat mewarnai di pinggir jalan. Akhirnya ketemu, yakni di depan Gedung Dekranasda Provinsi Kepri di seberang Gedung Gonggong, Tepi Laut. Hanya bersebarangan jalan.

Kebetulan di tepi jalan di bawah halaman gedung itu menyisakan lahan datar yang cukup luas. Bahkan ditambah sebagai parkir kendaraan roda dua pun masih mencukupi. Setelah listrik bisa diusahakan, keesokan malamnya mulailah Anik membuka usahanya.

Usaha dengan Ide Sederhana Bisa Membuat Hati Bahagia

Sudah bukan rahasia lagi, ide usaha sangat sederhana melahirkan banyak pengusaha sukses di dunia ini. Ada yang awaknya dicemooh, disindir dan dianggap gila terbukti mampu berkembang dan menjadi usaha meraksasa.

Namun Anik dan Supri tidaklah semuluk-muluk itu. Usahanya jalan dan mendapatkan tambahan penghasilan sudah disyukuri. Tibalah malam pertama.

Jeng jeng jeng, tak butuh waktu lama menunggu pelanggan pertama, lalu kedua, ketiga dan penuhlah kursi pendek di lokasi mewarnai kaki lima yang dibuka Anik. Untuk satu lembar styrofoam yang sudah disketsa, Anik membanderolnya dengan harga Rp15.000.

Harga tersebut sudah mencakup cat warna yang dituangkan di piring cat dan kuas. Anak-anak bebas memilih gambar apa yang diinginkannya.

Setelah mewarnai sketsa gambar, anak-anak ini boleh membawa pulang hasil kerjanya tanpa harus membeyar lagi. Foto-gooday.id

Mereka boleh ditemani orang tuanya. Yang membuat usaha Anik ini digandrungi anak-anak ialah, papan gambar yang sudah selesai diwarnai boleh dibawa pulang. Tak ada uang tambahan.

Malam-malam berikutnya ternyata semakin banyak anak-anak yang datang. Bahkan menurut Anik ada anak-anak yang dititipkannya untuk mewarnai sementara orang tuanya keluar sebentar karena ada urusan.

“Yang itu orang tuanya baru keluar, Mas. Kayaknya mereka kakak adik, lihat antengnya (serius) mereka mewarnai,” tutur Anik sambil menunjuk dua gadis kecil yang sibuk memindahkan warna cat dari piring cat ke atas permukaan bidang gambar.

Jangan Takut Memulai Usaha dengan Ide Sederhana

Kini sebulan lebih Anik menunggu usaha mewarnai gambar kaki limanya dan selama itu ia mengaku sudah beberapa kali belanja bahan ke Jawa. Selain dirinya dan suaminya, ada juga adiknya yang buka di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepri.

Tidak usah ditanya hasilnya, Anik tersenyum bahagia. Dan ia tampak ceria tatkala melihat anak-anak senang. Karena ia juga seorang ibu yang punya anak. Tiada hal yang lebih menyenangkan selain melihat buah hati bisa bermain dan berkreasi.

Kepada pembaca gooday.id, Anik mengajak agar selalu optimis mencari peluang-peluang baru yang bisa dijalankan di Tanjungpinang atau kota lain. Namun ia juga menitipkan pesan agar sebelum membuka usaha yang sifatnya mengadopsi dari daerah lain, harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Baca Juga:

Tak Kebagian Makanan, Ibu-ibu Ini Mengucapkan Sesuatu yang Membuat Kaget Penjualnya

Bripda Risda Yuliandari, Anak Buruh Bangunan Miskin Jadi Lulusan Terbaik Sekolah Polwan 2019

Limbah Kaca yang Dibuang-buang Pun Disulap Menjadi Pabrik Uang

Belum tentu usaha sederhana yang modalnya tak banyak dan sedang booming di daerah lain akan booming juga dibawa ke daerah lain. Anik menyebut banyak faktor yang harus ditimbang. Justru bagian ini yang sulit dibandingkan belanja bahan dan material lainnya.

“Jangan takut memulai usaha dengan modal kecil, ide yang sangat sederhana. Siapa tahu itu memang kesempatan yang diberikan Allah kepada umat-Nya untuk dicoba,” ujar Anik.

Lalu ia sibuk melayani pelanggan-pelanggan ciliknya. Hmmm senangnya. *** –Nurali Mahmudi

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com