free page hit counter

Tangan Dingin Zaenal Ubah Gabus Menjadi Karya Seni Mahal, Lihat Hasilnya di Sini

GOODAY – Zaenal Hafizhin mungkin seniman komplit di Kepri. Lukis, pahat, interior, eksterior semua dikuasainya dengan baik. Namun diantara sekian material yang pernah digunakan, gabus yang membuat banyak orang tercengang.

Di tangan lelaki kelahiran Jepara, Jawa tengah dan sekarang bermukim di Batam, Kepri, gabus (styrofoam) bisa menjadi karya seni yang mahal. Bahkan jika tak diteliti secara seksama orang tak akan tahu yang tengah dilihatnya berbahan dasar gabus.

Pada foto kanan, lihat pekerja yang memasang ornamen dari gabus untuk membandingkan ukurannya. Fptp – Dok. Zainal

Bahkan baru-baru ini ia dipercaya mengerjakan dekorasi panggung teater di Kamboja. Semua dikerjakan di Batam, sementara pengerjaan dilakukan oleh kru penggiat teater di sana, setelah sebelumnya berkonsultasi dengan Zainal.

Karya-karya Zainal yang terbuat dari gabus bisa disaksikan di Hotel Golden View, Bengkong Laut, Batam. Dari patung di ruang tunggu (lobi), papan nama hotel di halaman, plafon restoran, sudut-sudut ukuran di lobi dan tempat lainnya.

Para turis ini tak menyadari ukiran plafon di atas kepala mereka terbuat dari gabus. Foto – Dok Zainal

Dengan gabus, Zainal mampu membuat patung setinggi 5 meteran. Bentuknya juga bukan dekoratif, melainkan naturalis, menyerupai bentuk aslinya. Salah satu hal yang mendasari perupa yang lukisannya dikoleksi sejumlah pejabat di Jakarta ini ialah bahan gabus.

“Mudah disayat dan dibentuk model apa saja. Kebetulan kan di Batam ada pabriknya, dari gabus tipis sampai tebal tinggal pesan,” tutur Zainal khusus kepada gooday.id, semalam.

Photo Booth yang menggoda ini juga dibuat dari gabus. Fptp – Dok. Zainal

Mungkin ada yang bertanya, berapa lama kekuatan patung dari gabus? Wajar, karena kita juga tahu gabus itu empuk, mudah dicowel, ringkih dan kesannya lemah. Nah, rupanya Zainal mengakalinya dengan pelapis khusus yang dibuatnya daru berbagai campuran.

Pernah terpikir bagaimana membuatnya? Foto – Dok. Zainal

Setelah detil patung selesai, dibalur dengan lapisan tersebut baru diwarnai. dengan pelapis tersebut, Zainal menjamin karya seni gabusnya mampu bertahan bertahun-tahun. “Kalau lima tahun sudah rusak saya ganti tanpa biaya tambahan,” jelasnya.

Kepada pembaca gooday.di, Zainal ingin berbagi pengalaman. Sebelum hijrah ke Batam ia melanglang buana ke Bali, Jakarta, Bandung dan kota lain. Semua dilakukan hanya untuk belajar kepada orang-orang yang dianggapnya mumpuni di bidangnya masing-masing.

Baca Juga:

Kuli Bangunan Miskin Ini Terapkan Manajemen Sederhana, Kini Ia Nikmati Kemapanan

Obrolan Menggelikan Pakde Nardi dan Pakde Trimo di Belakang Kios

Gaji Pas-pasan Tak Menghalangi Polisi Muda Ini Peduli Sesama

Pengorbanan Kedua Orang Ini Berbuah Juara I Kontes Otomotif Kelas Decal Sticker MRSF 2019

Dulu Tukang Sapu, Kini Pengusaha Beromzet Ratusan Juta Sebulan

Jadi bukan ujug-ujug atau tiba-tiba jika karyanya bisa ada di Hotel Purajaya, Nongsa; Stadion Temenggung Abdul Jamal; Diskotek Sphink dan sejumlah tempat. Dan semuanya menjadi sebuah karya yang ikonik.

“Belajarlah, maka tak akan ada yang tak bisa. Proses itu kadang menyakitkan, melelahkan, membuat stres, tetapi hadapilah,” katanya.

Tuh gooders (pembaca gooday.id), simak dan catat dalam jiwa apa yang disampaikan Zainal. Bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian, berakit-rakit dahulu baru berenang ke tepian kata para cerdik cendekia. – Nurali Mahmudi –

You May Also Like

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com