Murid Dibully Guru Musik Tiada Henti, Dibuktikan dengan Prestasi

guru musik membully muridnya
Salah satu adegan Fletcher, guru musik membully muridnya, Andrew. Foto - youtube.com/watch?v=7d_jQycdQGo/capture Guru musik membully muridnya
guru musik membully muridnya
Fletcher, guru musik membully Andrew, muridnya dalam film Whiplash

GOODAY – Murid dibully guru musik tiada henti, bagaimana perasaan seandainya itu menimpa Anda. Sementara si murid yakin dirinya memiliki kemampuan dan bakat. Justru dibuat down oleh orang yang seharusnya menyuntikkan semangat.

Andrew adalah seorang remaja Amerika yang bercita-cita masuk sekolah bergengi di negeri ini, Shaffer Conservatory di New York. Kebetulan ayahnya adalah lelaki berada sehingga untuk urusan biaya pendidikan tak pernah menjadi beban. Tak pernah terbayangkan sama sekali ia akan menjadi objek murid dibully guru musiknya sendiri.

Sejak kecil Andrew terobsesi bisa menjadi musisi, khususnya drummer jazz yang hebat. Betapa bangganya ia tatkala akhirnya diterima di sekolah impiannya.

Semuanya biasa saja pada awalnya. Sama seperti murid-murid lainnya, Andrew menjalaninya ala anak muda. Yang membedakan mungkin semangat Andrew yang memang luar biasa.

Dan Bully Pun Dimulai

Untuk menjadi musisi terbaik di sekolah bahkan Amerika, dibimbing seorang guru bernama Fletcher adalah impian semua murid. Di tangan guru musik paling killer ini juga akhirnya Andrew diberi kesempatan untuk memperdalam teknik bermain drumnya.

Anehnya, sejak serius menekuni drum, Andrew melihat ada yang agak aneh dengan Fletcher. Suatu ketika guru dengan wajah yang cukup dingin ini memuji, lain kali jutsru sebaliknya. Namun Andrew tak peduli. Yang ada dalam hatinya cuma ingin menjadi drummer terbaik.

Ada-ada saja kesalahan yang ditimpakan Fltecher kapada Andrew. Dianggap tak becus, menghabiskan uang saja dengan bersekolah di Shaffer Conservatory, kalimat-kalimat penyulut pesimis dan aneka bully yang diterima Andrew.

Saat terpilih menjadi anggota band di sekolah, Andrew kembali bersemangat. Namun ada daya, lagi-lagi Fletcher tak peduli ketika Andrew datang dengan badan penuh darah karena ngebut agar tak terlambat ke acara musik. Andrew kecelakaan namun tetap memaksakan dirinya untuk tampil.

Andrew juga pernah menghalami kejadian dan disaksikan teman-temannya. Saat latihan bersama, tiba-tiba Fletcher melemparnya dengan kursi. Andrew menangis. Ia merasa tekanan dirinya dari Fletcher tak pernah dialami murid lainnya. Dan Andrew pernah menerima tamparan telapak tangan Fletcher di hadapan teman-temannya.

Baca Juga:

Kepala Desa Kreatif Ini Sukses Gelar Bazar Tanpa Gerogoti Duit Pemda

Melestarikan Jajanan Kampung Ala Mbah Hadi, Bisa Jadi Inspirasi

Bapak Buang Kakeknya ke Hutan, Anak Lelakinya Bersikap Seperti Ini

Perjalanan Hidup Ir Ciputra Meraih Sukses

Tak Kebagian Makanan, Ibu-ibu Ini Mengucapkan Sesuatu yang Membuat Kaget Penjualnya

Terakhir, ketika band inti tampil pada sebuah konser megah dengan tamu undangan orang-orang penting. Andrew sudah mematangkan semua teknik agar sempurna di atas panggung. Apa yang terjadi? Saat lagu pembuka, tiba-tiba Fletcher minta anggota band memainkan lagu yang sama sekali belum pernah didengar Andrew.

Rupanya guru killer ingin mematikan semangat Andrew di depan begitu banyak penonton. Andre bermain dengan insting namun karena sama sekali tak mengenal lagu yang dibawakan, membuat pemain musik lainnya bingung. Kemarahan jelas memancar dari wajah Fletcher. Dan Andrew sadar ialahorangnya, murid dibully guru sendiri.

Keyakinan Diri Membalikkan Keadaan

Di akhir lagu, Andrew beranjak keluar ruangan. Dan saat itulah ayahnya datang setelah keluar cepat dari barisan penonton. Ayahnya memeluk sambil membisikkan ajakan pulang kepada Andrew. Ketika pelukan itu berakhir, tiba-tiba Andrew berbalik dan kembali memasuki panggung konser.

Tentu saja pemain musik lain kaget, terlebih Fletcher. Dengan tenang Andrew lantas mengambil stick drum, memainkan teknik-teknik sulit. Kontan ulah Andrew membuat Fletcher kelabakan. Apalagi saat itu ia baru saja akan memberikan tanda untuk memainkan lagu berikutnya.

Karena suasanya adalah konser penting, musisi lain tak ada yang berani berkata. Hening, selain bunyi gebukan drum Andrew.

Fletcher mencoba mendekat namun Andrew mendorong tubuh guru musiknya itu dengan kepalanya. Andrew kemudian memberi tanda kepada anggota band lain untuk mengikuti perintahnya. Segala kemarahan Fletcher tak dihiraukan Andrew.

Band pun memainkan lagu-lagu yang dipimpin Andrew. Tepat ketika Andrew memainkan solo drumnya yang hebat, Fltecher memerhatikannya. Pelahan-lahan guru killer ini justru memberikan tanda kepada Andrew untuk mengontrol ketukan stick drumnya. Akhirnya penampilan ditutup dengan permainan Andrew dan teman-temannya dengan sempurna.

Fletcher pun tersenyum kepada Andrew.

Gooders yang baik hati, murid dibully guru musik¬†yang saya tulis di atas merupakan cerita dari film berjudul Whiplash. Sebuah film yang diproduksi Bold Films, Blumhouse Production dan Right of Way Films. Film ini dirilis 10 Oktober 2014 di Amerika dan diputar di Indonesia tahun 2015. Dengan durasi 106 menit, “pertarungan” antara Andrew yang diperankan Milles Teller dan Fletcher yang dibawakan JK Simmons mendominasi alur cerita. Tentu saja nama sekolah musiknya juga rekaan semata.

Film dengan direktur Damien Chazelle bergenre drama musik ini menjadi salah satu film musik terbaik hingga kini yang wajib ditonton. Bukan hanya oleh mereka yang menekuni musik, namun siapa saja yang ingin memainkan langkah hidupnya dengan keyakinan dan keuletan. Murid dibully guru musik hanyalah salah satu contoh.

Murid Pun Bertahan dari “Teror” Guru Musik

Andrew dalam film Whiplash jelas bukan tipe remaja cengeng. Ia jelas tertekan luar biasa karena perilaku Fletcher. Bully yang dilakukan Fletcher ini sejatinya dialami oleh banyak orang yang ingin maju. Meski bentuk cobaannya beragam.

Mungkin lebih beruntung Andrew, meski direndahkan secara kejiwaan oleh gurunya, ayahnya orang yang cukup materi untuk menyekolahkannya. Bahkan kalau mau pindah sekolah tak ada masalah. Sementara ada yang lahir dari keluarga miskin, materi tak ada, sehingga untuk menggapai cita-cita susahnya luar biasa.

Sumber video: Youtube.com/embed/7d_jQycdQGo

Gooders yang berhati baja, bertahan dan bertahan agaknya menjadi kunci sukses Andrew yang juga bisa diterapkan pada kasus berbeda. Namun naga-naganya sama, meraih mimpi bahagia.

Andrew sampai jari-jarinya berdarah untuk bisa mengikuti keinginan Fletcher yang gila, sementara manusia lain di dunia bukan hanya jarinya yang berdarah. Semua dilakukan untuk mencapai cita-cita yang sudah melekat dan menyatu di dalam hati.

Semoga bermanfaat. *** -Nurali Mahmudi-

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com