free page hit counter
Ilustrasi motivasi hidup sukses dari lagu sedih

Motivasi Hidup Sukses dari Sebuah Lagu Patah Hati

Motivasi

GOODAY – Motivasi hidup sukses bisa berasal dari banyak hal. Bahkan sangat memungkinkan melakukannya berkat lirik lirik lagu patah hati. Tak selamanya sebuah kepahitan adalah kenyataan yang dipelihara cukup lama, menyiksa diri dan tak ingin mencoba move on.

Tulisan kali ini tentang bagaimana motivasi hidup sukses justru dari sebuah lagu patah hati. Sangat disarankan bagi yang sedang menderita cinta buta untuk menyembuhkan dahulu butanya, baru meneruskan membacanya. Sebab jika masih ada sifat membabi buta dalam diri, sangat sulit diajak bicara secara rasional.

Lagu yang saya maksud di sini ialah Dinda Dimana, sebuah lagu ciptaan dan sekaligus dinyanyikan oleh Katon Bagaskara, vokalis KLa Project yang mencoba solo album.

Lirik Lagu Dinda Dimana sebagai Motivasi Hidup Sukses

Katon Bagaskara menghibur warga dengan gitar dan lagunya. Foto – instagram/katonbagaskara

Dinda… di manakah kau berada, Rindu aku ingin jumpa, Meski lewat nada
Kau dengarkan segenap rasa tertumpah, Mengalun dalam gitaku, Ngelangutkan jiwa

Melangkah dari bayangan, Kala aku pulang, Terkenang kisah kita bersama
Mengingat jalan yang panjang, Pernah kita tempuh, Namun badai memisahkan oooh

Dinda… di manakah kau berada, Rindu aku ingin jumpa, Meski lewat nada
Kau dengarkan segenap rasa tertumpah, Mengalun dalam gitaku, Ngelangutkan jiwa

Berkhayal tentang dirimu, Telahkah berubah, Sekian waktu jauh dariku
Mereka-reka rencana, Apa kan kita buat, Bila ada perjumpaan

Dinda… di manakah kau berada, Biar kita isi malam, Menangis tertawa
Dan sampaikan kepada langit dan bintang, Sebentuk cinta yang ada, Kan tetap terjaga

Denting dawai-dawai gitarku memanggil

Resapilah lirik lirik lagunya, mengisahkan sebuah perjalanan cinta yang akhirnya kandas. Namun badai memisahkan, tulis Katon di lirik lagunya.

Bayangkan, sebuah kisah cinta yang cukup panjang, tentu suka duka dialami di banyak kisah, namun bisa tetap tegar saat hubungan tak lagi ada.

Jadikan Pertanyaan sebagai Motivasi Hidup Sukses

Foto – instagram.com/katonbagaskara

Sederhana judl lagu ini, Dinda Dimana. Sebuah pertanyaan yang jawabannya terkait dengan tempat. Sepasang kekasih yang mencoba merajut cerita berdua, dan pada ujung cerita harus berpisah. Tidak semua loh bisa seperti ini. Jika putus hubungan lalu tak tahu lagi di mana si dia, bawaannya pingin marah melulu.

Semuanya jadi serba salah. Jangankan memotivasi hidup, bertahan hidup saja antara ya dan tidak. Kalau tak tahu di mana lokasi mantan kekasih atau mantan istri, dicari di Google Maps sekalipun ya tidak ketemu tanpa identitas yang bisa dilacak.

Belajar dari lagu Dinda Dimana, ketika kehilangan lokasi mantan kekasih bikin santai saja. Kata Gus Dur gitu saja kok repot. Di lagu ini jelas ditulis kerinduan ingin berjumpa, namun karena tak tahu sang dinda di mana, ya akhirnya dimabil gitar, dipetik dan menyanyi. Soal lagunya terdengar atau tidak ya tergantung jauh dekatnya sang mantan bersembunyi.

Jadi kehilangan itu jadikan saja motivasi. Renungkan, ngelangutkan jiwa membayangkan keindahan bersama. Yang pernah janji akan sukses saat masih pacaran, ya buktikan untuk sukses meski sang pacar sudah jadi pacar orang. ya buktikan kalau kita mampu sukses.

Yang paling berat mungkin saat yang sedang kehilangan akhirnya kembali pulang, ke kota yang pernah menjadi lokasi hangout, minum bersama di kafe, naik sepeda berdua, kehujanan berdua. Percayalah, jika cinta sudah begitu dalam, melihat pohon yang dahulu dijadikan tempat berteduh berdua saja, rasanya ingin dirikan tenda di sana dan berkemah beberapa malam. Lha wong cinta hehe.

Motivasi Hidup Sukses dengan Mereka-reka Rencana

Motivasi hidup sukses lewat lagu Katon, Dinda Dimana

Begini saja, daripada sibuk mikir si mantan yang belum tentu juga mikir balik, bagaimana kalau sekadar meraka-reka rencana. Ya rencana jika suatu saat ada kesempatan berjumpa?

Jangan bohong, pasti sesekali pernah membayangkan jalan bareng mantan pacar. Dengan alur cerita yang bisa dibuat-buat. Sutradaranya kan kita sendiri. Tetapi apa iya mau bertemu mantan pacar kok kondisi kita masih sama seperti yang dahulu?

Yang dahulu hanya bisa membeli satu gelas es cendol diminum berdua, boncengan sepeda kayuh rantainya lepas, mendaki gunung bersama berbohong kepada orangtua pamit kemana.

Kan gagah kalau ternyata Tuhan mengizinkan sebuah pertemuan antara dua anak manusia yang pernah jatuh cinta, terpisah dan tak sengaja bertemu. Mau si dia sudah berkeluarga atau masih sendiri, kan lebih enak ceritanya kalau sudah jadi orang.

Meminjam istilah orang Jawa, masih banyak sebutan untuk menandakan seseorang itu sudah berhasil atau belum. Dadi uwong atau jadi manusia bisa diartikan seseorang sudah mapan.

Bukan bermaksud CLBK (bukan CiLukBak melainkan Cinta Lama Bersemi Kembali) lho, lain ceriyanya kalau begitu ujungnya. Sekadar memberikan rasa nyaman tatkala bertemu lantas enak menjawab ketika ditanya kerja di mana, tinggal di mana?

Dan jangan minder untuk menjawab, “Saya blogger, alhamdulillah tinggal di (sambil menyebutkan kawasan perumahan elit di sebuah kota besar)” he he he

Nikmati Malam dengan Menangis dan Tertawa

Katon Bagaskara, Lilo dan Adi, mereka adalah KLa Project

Karena temanya soal lagu Dinda Dimana, ya tak boleh lari dari pakemnya ya. Yuk baca lirik di bait terakhirnya:

Dinda… di manakah kau berada, Biar kita isi malam, Menangis tertawa
Dan sampaikan kepada langit dan bintang, Sebentuk cinta yang ada, Kan tetap terjaga

Denting dawai-dawai gitarku memanggil

Begitu lho harusnya cinta itu. Bersama rukun, tak bersama juga rukun. Tetapi susah pastinya. Justru karena itulah sebuah lagu sedih pun bisa dijadikan motivasi hidup sukses.

Di manapun mantan berada, sambut saja malam dengan keceriaan. Yang sudah melabuhkan hatinya ke orang lain nikmati saja keliling kota dengan keluarga penuh gembira. Yang masih sendiri dandan yang rapi, semprot minyak wangi, cari pacar lagi.

Boleh saat jalan-jalan cari pacar sambil mendengarkan lagu Dinda Dimana. Kalau sudah dapat gantinya ya jangan diperdengarkan di depan yang baru, bisa jadi berantakan. Apalagi saat mendengar lirik yang ini:

Mereka-reka rencana, Apa kan kita buat, Bila ada perjumpaan…..

Yuk semangat gooders… *** -Nurali Mahmudi-

Foto karya Zainal Hafizhin Batam, pemuatannya di gooday.id atas persetujuan yang bersangkutan