free page hit counter
Pajangan limbah kaca untuk wadah aroma terapi. Foto - Dok. Aldi

Limbah Kaca yang Dibuang-buang Pun Disulap Menjadi Pabrik Uang

Kisah Inspiratif Udin Syarifuddin, Perajin Limbah Kaca dari Tanjungpinang (4 – Habis)

GOODAY – Pada bagian terakhir perjalanan Aldi, akan dituliskan bagaimana akhirnya ia jatuh cinta dengan limbah. Ya, atas jasa Dinas Pariwisata, Dinas UMKM dan Koperasi serta Dinas Perindag Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang, keahliannya menyulap limba kaca menjadi sumber penghasilannya semakin terasah.

Ada beberapa pertimbangan mengapa Aldi akhirnya memutuskan untuk menggeluti kerajinan tangan dari limbah kaca.

Aldi di meja kerjanya, selalu mencari dan mencari sesuatu yang baru. Foto – Dok Aldi

Pertama, limbah kaca sangat mudah ditemukan. Ia berani mengatakan, di semua kota pasti ada toko kaca yang menghasilkan limbah setiap hari.

Ia punya kisah nyata, saat jalan-jalan ia mendapati banyaknya limbah kaca di pintu penampungan air di Gesek, Bintan. Sama petugsanya Aldi justru diminta membawa wadah sebanyak-banyaknya untuk membawanya. “Kaca yang tebal rupanya merusak roda kendaraan yang dipakai di sana,” ujarnya.

Kedua, limbah kaca bisa didapatkan secara gratis. Rata-rata kebanyakan toko kaca kebingungan untuk membuang sampahnya. Bahkan ada pengalaman menarik yang sampai sekarang masih dialaminya. Di sebuah toko kaca di Tanjungpinang, setiap kali ia minta limbah kaca, ia justru disuruh membawanya dalam jumlah banyak.

“Saya kan hanya mengambil satu kardus, sama pemilkk toko disuruh angkut semuanya. bahkan dikasih uang angkut,” ungkap Aldi sambil tertawa.

Inilah miniatur Masjid Penyengat yang dibetuk dari ribuan keping potongan limbah kaca. Foto – Dok, Aldi

Ketiga, memanfaatkan limbah kaca berarti turut menjaga lingkungan. Sebab kaca bukanlah kertas yang bisa dengan mudah diurai oleh bakteri tanah.

Keempat, dengan menekuni limbah kaca Aldi berharap bisa menularkan ilmunya kepada warga yang ingin serius berlatih membuat kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.

Pada tahun 2012 adalah debut pertamanya. Saat itu ia mendapatkan pesanan miniatur Masjid Penyengat dari limbah kaca. Pajangan ini pesanan Dinas Pariwisata untuk turut dipamerkan di arena MTQ Nasional di Batam.

Karyanya membuat banyak pengunjung terpesona. Bagaimana Aldi harus memotong kaca dengan ukuran tertentu, menyusunnya satu demi satu hingga membentuk wujud masjid. Saat tersorot lampu, kilau miniatur Masjidnya benar-benar menggoda.

Waktu berjalan, saat ini Aldi memproduksi wadah aroma terapi dari limbah kaca dengan latar foto sesuai permintaan pelanggan. yang membadakan Aldi dengan perajin lain ialah, ia menciptakan karya yang dibutuhkan orang banyak.

Baca Juga:

https://gooday.id/2019/03/04/di-tengah-roda-zaman-gerakan-tubuh-gadis-belia-kampung-enao-ini-patut-dibanggakan/

Terpuruk dari Puncak Sukses, Suami Istri Ini Coba Raih Kembali Impiannya, Akhirnya…

Tauhid, Menantang Keangkuhan Zaman dengan Odong-odong

Cobaan Bertubi Tak Goyahkan Semangat Lelaki Tangguh Ini untuk Tetap Berwirausaha

Kerikil Terjal dan Tajam Iringi Perjalanan Band Rock Kepri Rekaman di Jakarta

“Saya mendapatkan inspirasi aroma terapi sewaktu pameran di Bali. Di sana tempatnya dari bejana atau gerabah. Lalu saya pikir kalau dibuat dari limbah kaca pasti lebih indah,” kanangnya.

Sampai saat wawancara ini ditulis dan Anda baca, Aldi sudah menjual ratusan pajangan arima terapi dengan omzet ratusan juta rupiah. Ia pun membuka tangan bagi pemilik modal yang ingin bekerja sama dengannya.

“Kalau ada yang ingin kerja sama, membuat satu showroom untuk etalase karya-karya saya silakan. Jadi sekaligus sebagai tempat kerja atau bengkel,” ujarnya.

Di bengkelnya, Aldi kerap menerima kunjungan orang luar daerah. Foto – Dok. Aldi

Produknya ini termasuk unik, karena beberapa sudah dibayar lunas saat barangnya belum jadi. Maklum, menyusun potongan kaca satu demi satu butuh waktu. Salah satu kebanggaannya ialah, selain digemari masyarakat biasa, beberapa pejabat pusat dan daerah pun menggunakan produknya di ruang tamu, tempat usaha dan kamar mereka. *** -Nurali Mahmudi-