Kisah Sukses Susi Pudjiastuti, Lulusan SMP Bermodal Rp750 Ribu

Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti ngopi di atas KRI Terapang
Foto – instagram.com/susipudjiastuti115

GOODAY – Kisah sukses Susi Pudjiastuti mencapai puncaknya dan membuat publik tersentak saat Presiden Jokowi memilihnya menjadi Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan pada 27 Oktober 2014 silam. Tak sedikit yang bersuara sumbang, penjual ikan kok ditunjuk menteri. Nyatanya, kisah sukses Pudjiastuti bisa menjadi inspirasi.

Lahir dari pasangan H Ahmad Karlan dan Hj Suwuh Lasminah di Pangandaran, Jawa Barat, pada 15 Januari 1965. Tak ada yang istimewa pada diri bocah ini, sama seperti anak-anak pada umumnya. Keluarganya memiliki usaha ternak, memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya adalah Haji Ireng, yang dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya. Namun kisah sukses Susi Pudjiastuti justru bukan dari mewarisi usaha orang tuanya.

Susi Pudjiastuti, Pendidikan dan Awal Usahanya

Setelah menyelesaikan SMP-nya di Pangandaran, orang tuanya mengirimkan Susi Pudjiastuti ke SMA Negeri 1 Yogyakarta. Namun pemikirannya yang mulai terpaut pada bisnis membuatnya memilih keluar sekolah di kelas dua. Tentu saja keputusan ini mendapatkan tentangan orang tuanya. Meyakini sukses tak harus lewat jalur sekolah, Susi Pudjiastuti pun menjual perhiasannya senilai Rp750 Ribu.

Meski dari kecil berada di lingkungan nelayan dan ikan, bisnis pertama yang dibidiknya justru berjualan kain dan bedcover. Rupanya untuk menjadi sukses tak semudah yang dibayangkannya. Setelah pasang surut usahanya, akhirnya ia mencoba menjadi ialah pengepul ikan. Bisnis ini dijalaninya tahun 1983.

Susi Pudjiastuti tak langsung sukses. Ia membeli ikan di pelelangan yang masih segar dan menjualnya ke beberapa restoran terdekat. Usaha ini benar-benar digelutinya. Tak sedikit restoran yang menolak ikan-ikannya.

Baca Juga:

Murid Dibully Guru Musik Tiada Henti, Dibuktikan dengan Prestasi

Kepala Desa Kreatif Ini Sukses Gelar Bazar Tanpa Gerogoti Duit Pemda

Melestarikan Jajanan Kampung Ala Mbah Hadi, Bisa Jadi Inspirasi

Bapak Buang Kakeknya ke Hutan, Anak Lelakinya Bersikap Seperti Ini

Perjalanan Hidup Ir Ciputra Meraih Sukses

Namun Susi Pudjiastuti tak pantang menyerah. Ia tetap konsisten menjual ikan-ikan yang benar-benar segar dan layak dikonsumsi pengunjung restoran. Berkat keuletannya ini, Susi pun menjadi pemasok ikan di banyak restoran.

Jangan tanya waktu yang dihabiskan Susi Pudjiastuti untuk mengembangkan usahanya ini. Bangun pagi pulang malam sudah biasa. Sukses menjual ikannya di restoran-restoran di Pangandaran hanya dalam waktu satu tahun, Susi Pudjiatuti melirik restoran di Jakarta.

Susi Pudjiastuti bersama anak-anak Lombok yang terdampak musibah
Foto – instagram.com/susipudjiastuti115

Susi Pudjiastuti tak menyuruh orang lain. Padahal waktu itu untuk menyuruh orang ia akan mudah dibantu karena sudah memiliki beberapa orang yang membantunya. Ia memilih pergi sendiri ke Jakarta.

Dari beberapa restoran yang dimasukinya dan menjalin kerja sama, ia mengetahui bahwa orang-orang luar negeri jika makan di restoran banyak yang menanyakan apakah ada lobster. Mendengar hal itu, insting bisnis Susi Pudjiastuti langsung jalan.

Untuk mendapatkan lobster, ia rela blusukan ke banyak daerah di Indonesia untuk mendapatkan pasokan lobster yang akan diekspornya ke luar negeri.

Kisah sukses Susi Pudjiastuti terus berlanjut. Untuk mengirimkan lobster dalam jumlah tak terlalu besar tak jadi soal. Namun ketika harus mengirimkannya dalam jumlah besar, ia terkendala biaya transportasinya. Belum lagi jika ada kendala, pengiriman bisa terganggu.

Membeli Pesawat dengan Modal Pinjaman Bank

Gila memang semangat bisnis Susi PUdjiastuti. Ia langsung berpikir kalau punya pesawat sendiri tentu bisa kapan saja mengirimkan lobster-lobsternya. Ketika ide itu disampaikannya kepada Christian von Strombeck, suaminya yang berprofesi sebagai pilot pesawat sewaan dari Jerman, jawabannya ialah dukungan penuh.

Pada tahun 2000 Susi Pudjiastuti mengajukan pinjaman ke salah satu bank. Namun baru beberapa tahun kemudian pinjamannya disetujui. Nilainya Rp47 miliar. Uang pinjaman ini digunakannya untuk membangun sebuah landasan udara di Pangandaran dan membeli dua unit pesawat Cessna.

Uang pinjaman yang cair setelah menunggu bertahun-tahun dipergunakan dengan sangat cermat oleh Susi Pudjiastuti. Hanya kebutuhan yang berhubungan dengan usahanya menggunakan uang pinjaman tersebut. Wajar, karena Susi Pudjiastuti memiliki kewajiban untuk mengangsurnya.

Susi Pudjiastuti yang Sukses dan Berjiwa Dermawan

Pada tahun 2004, Indonesia dirundung duka mendalam. Musibah tsunami di Aceh menelan ratusan ribu warga meninggal, belum yang dinyatakan hilang. Susi Pudjiastuti yang keras, ternyata masih memiliki sifat sosial yang begitu dalam.

Merasa sebagai anak negeri, ia menggunakan pesawatnya untuk menolong para korban kemudian pergi ke aceh lewat jalur udara untuk menyebarkan bantuan. Niat awalnya hanyalah menggratiskan sewa pesawatnya selama dua minggu untuk membantu para korban tsunami Aceh.

Nyatanya, kisah sukses Susi Pudjiastuti juga didukung sifat dermawannya. Begitu banyak orang tahu ia begitu gigih membantu korban tsunami, sejumlah LSM dalam dan luar negeri memintanya agar bersedia menyewakan pesawatnya.

Susi Pudjiastuti dan Presiden Jokowi
Foto – instagram.com/susipudjiastuti115

Dari sinilah awal tonggak mulai Susi Air mengudara dan menyediakan jasa pengangkutan penumpang serta komoditas hasil perikanan dan kelautan.

Berkah diraih perempuan pengusaha berhati dermawan ini. Ia pun mengembangkan bisnis penyedia moda transportasi udara berbagai produk bidang perikanan. Hingga sekarang pesawat-pesawat Susi Air bukan hanya melayani transportasi produk perikanan, namun sudah merambah menjadi pesawat penumpang antarpulau.

Uang bukan masalah lagi bagi Susi Pudjiastuti. Kisah sukses Susi Pudjiastuti sebenarnya cukup untuk dinikmatinya bersama keluarganya. Namun saat ditunjuk sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan oleh Presiden Joko Widodo, Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP menerima tawaran itu. Hingga hari ini. *** -Nurali Mahmudi-

Dilansir dan diolah dari:

Kisah Sukses Ibu Susi Pudjiastusi, Pendiri Susi Air dan Susi Brand. https://www.finansialku.com/kisah-sukses-ibu-susi-pudjiastusi-pendiri-susi-air-dan-susi-brand/

Kisah Inspiratif Susi Pudjiastuti: Lulusan SMP yang sukses Menekuni Bisnis Maskapai Penerbangan. https://bisikan.com/kisah-inspiratif-susi-pudjiastuti-lulusan-smp-yang-sukses-menekuni-bisnis-maskapai-penerbangan

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com