free page hit counter

Kisah Sukses Jualan Online, Pelajar SMA di Tanjungpinang Ini Raup Ratusan Juta

Sri Rahayu Pelajar SMA Tanjungpinang Sukses Jualan Online
Kisah sukses jualan online yang digeluti Sri Rahayu tak lepas dari keuletannya menekuninya sejak Sekolah Dasar. Foto – sigit rachmat/suarasiber.com

GOODAY – Jualan online zaman sekarang bisa dilakukan siapa saja. Modalnya hanya akses internet. Dan untuk urusan internet, nggak harus lagi pergi ke rental. Cukup dengan ponsel di tangan, kuota internet ada, maka siapa saja bisa melakukannya. Dan kisah sukses jualan online akan menyertai pelakunya.

Namun untuk sukses jualan online diperlukan ketekunan. Selain itu harus mengelolanya secara sungguh-sungguh. Bahkan tak jarang mereka yang sukses jualan lewat internet memiliki jam kerja sama dengan bekerja di kantoran. Dengan kata lain bukan sekadar mengisi kekosongan waktu.

Kisah Sri Rahayu, siswi SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Provinsi Kepri ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin berbisnis online. Sekadar catatan, Sri adalah warga Tanjungpinang, sebuah kota kecil yang ada di Pulau Bintan, sekaligus Ibu Kota Provinsi Kepri.

Beragam barang dijual Sri lewat online, dengan harga yang masih terjangkau untuk warga Kota Tanjungpinang dan warga kota lain pada umumnya. Hingga Maret 2018 lalu, Sri mampu meraup omzet Rp25-an juta per bulan atau Rp300 juta setahun.

Belajar Jualan Online Sejak Sekolah Dasar

Sri Rahayu yang kini berusia 18 tahun bukan mendapatkan kesuksesan dalam waktu yang singkat. Bahkan ia sudah mulai jualan online sejak Sekolah Dasar (SD) di Tanjungpinang. Saat itu yang dilakukan Sri ialah berjualan pulsa.

Karena anak-anak zaman now terbiasa menggenggam ponsel, termasuk teman sekolahnya, Sri pun menjadi tumpuan harapan teman-temannya yang membutuhkan pulsa. Dengan keuntungan tak lebih dari Rp1.000 per transaksi, Sri kecil sudah merasa senang.

Anak terakhir dari empat bersaudara ini kemudian melihat peluang selain berjualan pulsa. Waktu itu ia sudah memasuki bangku SMP. Ia melihat teman-temannya banyak mengenakan gelang. Bukan hanya teman sekolah, anak-anak seusianya di Tanjungpinang juga tengah demam gelang untuk aksesoris tangan.

Belum terpikir untuk serius, Sri mengaku coba-coba berjualan online. Ia terlebih dahulu belajar dan browsing kisah sukses jualan online lewat internet. Setelah paham, ia kemudian membeli aneka gelang dari tabungannya dan menjualnya lewat Facebook dan Instagram. Dua media sosial yang masih digemari anak-anak muda, namun kebanyakan hanya untuk hobi.

Setelah menjalankan usahanya, Sri remaja menyadari bahwa ia bisa mendapatkan uang dari jualan online. Pelan-pelan ia mulai menggunakan waktu luangnya di luar jam sekolah untuk melayani konsumennya. Pembeli barangnya saat itu sudah mulai meluas, tak hanya dari Tanjungpinang.

Fokus Jualan Online Pakaian dan Aksesoris

Selepas SMP, Sri pun masuk ke SMK Negeri 1 Tanjungpinang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Sekolah dengan jurusan yang ada hubungannya dengan komputer, rasanya klop dengan usaha yang digelutinya.

Dari pulsa, gelang, Sri akhirnya melirik pakaian dan aksesorisnya. Ia membeli barang dari toko online lalu menjadikan barang-barang tersebut sebagai etalase jualan onlinenya. Dua media sosial dimanfaatkannya secara maksimal. Ia memberi nama akun yuks_shoppingstore di Instagram dan Yuks Shopping store di Facebook.

Sri juga mendapatkan bimbingan dari guru-gurunya. Pelan-pelan jiwa wirausahanya terbentuk di sekolah ini. Karena kesibukannya banyak dihabiskan di sekolah, gadis berjilbab ini dibantu abangnya menjalankan jualan onlinenya. Sebisa mungkin usahanya tidak mengganggu pelajaran di sekolahnya.

Menyadari bahwa pakaian dan aksesoris merupakan gaya hidup yang setiap saat bisa berubah, Sri rajin membuka-buka toko online hanya untuk mengetahui baju atau celana apa yang tengah digemari anak muda dan aksesorisnya. Dengan cara ini, Sri mengaku tak pusing dengan stok dagangannya karena tidak laku. Kisah sukses jualan online pun diraihnya.

Dipilihnya pakaian dan aksesoris karena menurutnya banyak dibutuhkan masyarakat. Bahkan pada momen tertentu seperti menjelang lebaran, tahun baru, permintaan pakaian dan aksesoris melonjak tinggi.

Pintar membagi waktu dan mengelola jualan onlinenya, Sri pun mengantongi omzet Rp500 ribu hingga Rp1 jutaan per hari.

Memercayakan Media Sosial untuk Jualan Online

Sri tak bisa menampik, kehadiran teknologi membantu menumbuhkembangkan usaha jualan online yang digelutinya. Banyak alasan mengapa ia menggunakannya. Pertama media sosial tak menuntut toko fisik untuk berjualan lewat internet.

Sebarapa pun banyaknya koleksi jualan Sri bisa tertampung di Facebook dan Instagramnya. Belakangan ia pun menggunakan WhatsApp untuk melancarkan usahanya. Semuanya digunakan hanya untuk jualan online, bukan sekadar say hello dengan teman-temannya.

Semua proses kisah sukses jualan online Sri dilakukan melalui jarinya di atas layar sentuh ponselnya. Ia tak harus ribet mendatangi toko online langganannya untuk memilih baju. Cukup melihat daftarnya, ia bisa memilih apa saja yang dibutuhkannya.

Dengan media sosial, Sri dengan mudah menerapkan sistem per order (PO) jika ada permintaan yang belum bisa dilayaninya saat itu juga. Apalagi jika permintaan lagi tinggi, ia tak bisa membayangkan jika harus melayaninya secara langsung.

Sri telah mengajarkan kepada banyak orang bahwa media sosial adalah kemajuan zaman yang bisa digunakan untuk melakukan banyak hal. Dan Sri memilihnya untuk sukses jualan online.

Lantaran berjualan online, Sri harus menjaga kepercayaan pelanggan. Ia tak akan berlama-lama membiarkan pertanyaan calon pelanggan yang masuk ke ponselnya. Karena ia tahu pasti, jualan online bukan seperyi jualan di toko fisik. Kalau tak segera dilayani, calon pelanggan bisa pindah ke toko online lain secepat hitungan detik. Untuk itulah Sri dibantu saudaranya di rumah untuk melayani pembeli saat ia masih pada jam pelajaran.

Sukses Jualan Online, Akhirnya Buat Gudang Barang

Usaha jualan pakaian dan aksesoris Sri semakin berkembang. Ia sudah berani membelanjakan uangnya untuk model-model yang diyakininya akan laku di pasaran. Instingnya memilih model pakaian dan aksesoris didapatkan karena setiap hari Sri melakukannya.

Mau tak mau, akhirnya ia memutuskan untuk menyimpan stok dagangannya di sebuah ruangan di rumahnya. ia manjadikan ruangan itu sebagai gudang. Isinya bertumpuk pakaian dan aksesoris yang siap dilemparnya ke pasar.

Ada untungnya juga ia memiliki gudang, karena tak sedikit juga yang datang ke rumahnya untuk memilih apa yang dibutuhkannya. Sekarang jualan online dan offline sama-sama jalan.

Khusus untuk warga Tanjungpinang yang ada di Batu IX dan sekitarnya, Sri memberikan fasilitas lain. Yakni pengantaran gratis. Jika ada calon pembeli yang rumahnya agak jauh dengan rumahnya, pembeli bisa datang langsung ke gudang untuk mengambil barangnya.

Dengan follower Instagramnya mencapai belasan ribu orang, keputusannya membuat gudang berisi stok barang dagangan adalah langkah yang tepat. Selain itu, stok yang tersedia juga memberikan kepercayaan lain bagi calon konsumen.

Ia dengan leluasa bisa mengambil foto barang-barang dagangannya sesuai yang diinginkan. Kalau dropship biasanya antara reseller satu dengan lain foto pajangan koleksi jualan online sama. Sementara kalau memiliki stok, foto yang akan diunggah ke media sosial bisa disesuikan.

Dengan omzet puluhan juta per bulan, Sri adalah remaja SMA yang menikmati masa mudanya dengan penuh harapan. Begitulah kisah sukses jualan online yang ada di Tanjungpinang. *** -Nurali Mahmudi-

Diolah dari http://suarasiber.com/2018/03/dua-pelajar-tanjungpinang-ini-bisnis-online-beromzet-ratusan-juta/
Sumber foto: http://suarasiber.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0016.jpg

You May Also Like

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com