free page hit counter

Kisah Pengusaha Sukses Indonesia di Usia Muda

Salah satu kisah pengusaha sukses muda Indonesia adalah Gibran Rakabuming
Salah satu kisah sukses pengusaha muda Indonesia ialah Gibran Rakabuming. Foto ini menunjukkan saat Markobar buka di Transmart Solo. Foto – Instagram/chillipari

GOODAY – Beberapa anak muda Indonesia dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Namun untuk menuju kesuksesan itu, harus jatuh bangun. Kalau pun tidak bangkrut sebelumnya, perjalanan mencapai suksesnya butuh perjuangan. Kisah pengusaha sukses Indonesia bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Menjadi pengusaha menjadi pilihan bagi mereka. Dan dengan jiwa mudanya, para pengusaha ini terbukti mampu mengelola kerajaan bisnisnya dengan matang. Bahkan mereka punya insting yang bagus, yang mungkin tak dianggap peluang yang menjanjikan.

Berikut Kisah Pengusaha Sukses Indonesia Itu

Setelah membaca kisah pengusaha sukses kaum muda di Indonesia ini semoga mampu membangkitkan semangat.

Gibran Rakabuming

Foto – Instagram.com/gibranrakabumingraka

Siapa yang tak kenal dengan nama Gibran Rakabuming. Setidaknya ia adalah anak Presiden RI Joko Widodo. Namun mungkin ada yang belum tahu jika Gibran adalah pengusaha muda yang ulet.

Nama yang disematkan orangtuanya agar Gigih dan Berani digabung menjadi Gibran akhirnya terbukti. Gibran adalah pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan nama Chili Pari.

Saat ayahnya menjadi pengusaha mebel, Gibran tidak mau mengekor usaha ayahnya. Ia merintis usaha sendiri tanpa campur tangan ayahnya.

Meski saat itu Gibran anak Wali Kota Solo, ia memilih membuka usaha dengan pinjam bank. Tidak langsung diterima. Berkali-kali ditolak.

Berkat kemampuan dan keuletannya sendiri, sekarang Chili Pari sudah banyak menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang dan usaha Gibran pun semakin berkembang.

Nicholas Kurniawan

Foto – ceritaprasmul.com

Pasti banyak yang tidak mengenal nama Nicholas Kurniawan. Namun ia memiliki kisah pengusaha sukses dari kalangan anak muda. Nicholas adalah eksportir ikan hias termuda di Indonesia.

Saat usianya baru 20 tahun, Nicholas mampu membuktikan dirinya mampu mengelola bisnis ikan hias. Tahukah kamu bahwa Nicholas memulai bisnis dari kesusahan. Semua berawal dari kondisi keluarganya yang terpuruk dan terlilit utang, dan Nicholas pun berniat untuk mengubah nasibnya.

Sebelum terjun ke bisnis ekspor ikan hias, Nicholas sudah mencoba bisnis MLM. Ia juga pernah bekerja sebagai agen asuransi, makanan dan mainan. Semuanya jatuh bangun. Nicholas sempat tidak naik kelas saat kelas 2 SMA.

Nicholas mulai menjual ikan hias melalui Kaskus. Berkat keuletannya Nicholas kini mampu meraup omzet ratusan juta per bulan.

Achmad Zaky

Foto – Instagram.com/pedals.id

Nah, kamu yang selama ini hobi belanja online lewat Bukalapak, tahukan siapa pendirinya? Namanya Achmad Zaky. Zaky membangun Bukalapak untuk memberdayakan UKM agar dapat menjual produknya dengan mudah. Kuncinya online.

Kini Bukalapak telah menjadi salah satu e-commerce yang paling berkembang di Asia Tenggara dengan pertumbuhan penjualan mencapai 20 persen per bulan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Zaky usai kuliah memilih menjadi pengusaha. Pada usia 31 tahun ia mendirikan sebuah perusahaan jasa konsultasi teknologi yang bernama Suitmedia.

Suitmedia pun berkembang dengan sangat pesat, hingga akhirnya ia mendirikan Bukalapak. Sejak saat itu, Zaky memutuskan untuk fokus membangun Bukalapak hingga menjadi online marketplace terpercaya yang kini dikenal banyak orang.

Reza Nurhilman

Foto – Instagram.com/axl29

Di tangan Reza Nurhilman, keripik yang sebelumnya banyak ditemukan di beragam daerah naik kelas. Reza adalah kreator keripik Maicih, keripik singkong ekstra pedas yang populer itu.

Reza memulai bisnis keripik singkong ini pada pertengahan 2010 seorang diri saat berusia 23 tahun dengan modal awal 15 juta rupiah. Untuk bisnisnya ini, ia menggandeng satu produsen keripik lokal di Bandung.

Reza mengawali bisnisnya ini dengan melakukan pemasaran sederhana, yakni melalui platform media sosial, Twitter, sebelum mengembangkan sayap dengan menerapkan sistem keagenan yang menggunakan istilah Jenderal agar produknya bisa menggapai konsumen yang lebih luas. Para Jenderal ini memasarkan produknya dengan cara berkeliling atau nomaden.

Fantastis, baru setengah tahun saja, omzet Maicih bisa mencapai Rp7 miliar per bulan. Angka yang fantastis, bukan?

Yasa Singgih

Foto – Instagram.com/yasasinggih

Anak kelahiran 1995 ini lahir dari keluarga yang pas-pasan. Ia memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis sejak sangat belia, 15 tahun. Saat belasan tahun Singgih sudah memberanikan diri menjadi pembawa acara di berbagai acara ulang tahun dan musik.

Pernah menekuni bisnis lampu hias. Gagal karena pemasoknya tidak konsisten. telanjur basah menekuni bisnis, akhirnya Singgih melirik usaha bidang mode.

Kisah sukses pengusaha anak muda ini diwarnai cemoohan. Singgih mengalami rugian cukup besar. Belajar dari pengalaman itu, akhirnya Singgih membuka brand sendiri yakni Mens Republic. Selain itu, ia juga mengelola usaha konsultasi manajemen bernama MS Consulting serta kompleks perumahan dalam bentuk kavling tanah di Bogor.

Hamzah Izzulhaq

Foto – Instagram.com/hamasacorp

Pemuda kelahiran 1993 ini sukses menjalankan usaha bimbingan belajar atau bimbel. Di usia kecil, Hamzah sudah terbiasa dengan mencari uang sendiri. Ia pernah menjalani pekerjaan sebagai tukang parkir dan ojek payung.

Ia juga pernah berjualan kelereng, petasan, petasan hingga koran. Dengan beragam pekerjaan masa kecil, Hamzah memiliki semangat dan daya juang yang tinggi.

Saat tengah mengikuti seminar bisnis pelajar ketika masih duduk di bangku SMA, Hamzah ditawari usaha waralaba bimbingan belajar oleh seorang pemuda yang juga masih muda namun sudah memiliki bimbingan belajar dengan 44 cabang.

Dengan bermodal uang Rp5 juta dan pinjaman Rp70 juta dari ayahnya, ia membeli salah satu cabang yang kebetulan ditawarkan untuk diambil alih seharga Rp175 juta. Sisanya yang sebesar Rp100 juta dibayar dengan dicicil dari keuntungan setiap semester.

Usahanya itu semakin berkembang, dan kini Hamzah sudah memiliki 3 lisensi waralaba bimbel dengan jumlah siswa di atas 200 orang setiap semester. Sejak akhir 2011, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Pemuda 22 tahun ini menjabat sebagai direktur utama. ***

Medina Zein

Foto – Instagram.com/medinazeinn

Medina Zein adalah adik ipar Ayu Azhari. Medina sudah memulai usaha saat masih duduk di bangku SMP. Dia mengawali usahanya dengan menjadi seorang reseller produk.

Setelah berhasil mengumpulkan modal usaha, dia mendirikan usaha baru yaitu produk kecantikan dengan merek yang dia buat sendiri.

Bermula di tahun 2011, bisnis skincare Medina ini dimulai dengan hanya menggandeng tiga karyawan. Penjualannya pun masih hanya berkonsep online shop. Medina gak segan-segan menggelontorkan dana hingga Rp400 juta buat promosi di Instagram.

Namun, kini omzet penjualan online skincare Medina tersebut digadang-gadang sudah lebih dari Rp3 miliar per bulan. Itu sebabnya, dia pun sanggup membangun kerajaan bisnisnya dengan mendirikan beberapa sektor usaha lain. Sebut saja seperti hijab, travel, dan lainnya.

Valentina Meiliyana

Foto – Instagram.com/ valentinameiliyana

Mei lahir di tahun 1995, mengawali jualan extension rambut warna-warni, sandal gabus, dan tas di Kaskus. Tapi siapa sangka, akhirnya dia membuka usaha sepatu custom yang sanggup menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan.

Valentina bahkan sempat jadi perancang sepatu koleksi Eunika Joso di Jakarta Fashion Week 2011. Dia juga mendapatkan pesanan sepatu khusus dari girl band Cherry Belle.

Saat usianya baru 18 tahun, Mei mengalami kerugian yang cukup besar. Bahkan saat itu gadis ini mengalami stres yang cukup dalam.

Mei akhirnya menciptakan sepatu untuk cewek. Bukan sembarang sepatu karena ia benar-benar menyeleksi bahan mentahnya. Mei pun rela jalan ke pelosok Indonesia untuk mencari bahan berkualitas. ***

Sumber dan referensi: moneysmart.id, cermati.com

You May Also Like

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com