free page hit counter
Mbah Hadi dengan jajanan khas kampungnya, Boyolali
Melestarikan jajanan khas kampung ternyata mendatangkan rezeki bagi Mbah Hadi ini. Foto - gooday.id Jajanan khas kampung

Melestarikan jajanan khas kampung, Mbah Hadi pun kerap menerima pesanan.

Melestarikan Jajanan Kampung Ala Mbah Hadi, Bisa Jadi Inspirasi

Mbah Hadi dengan jajanan khas kampungnya, Boyolali
Melestarikan jajanan khas kampung, Mbah Hadi pun kerap menerima pesanan.

GOODAY – Melestarikan jajanan kampung bukan berarti seseorang yang melakukannya memiliki pemikiran kampung. Justru kadang yang berbau kampung mengundang penasaran banyak orang untuk mengetahuinya.

Sosok yang saya tulis kali namanya Mbah Hadi, di sela-sela waktu luangnya warga Perumahan Lembah Hijau Blok H ini masih menyempatkan diri melastarikan jajanan kampung. Ia masih ingat bagaimana membuat aneka makanan dari kampungnya di Boyolali, Jawa Tengah.

Sebenarnya apa yang saya lihat, nikmati dan rasakan ini sudah terjadi hampir setahun silam. Namun malam ini saya menemukan fotonya di folder foto komputer saya. Dan teringat dengan jajanan kampung yang menjadi suguhan lebaran untuk tamu-tamunya.

Waktu itu saya hanya asyik ngemil beraneka suguhan yang diletakkan di depan saya. Bukan disuguhkan spesial buat saya hehe, karena suasana lebaran ya disuguhkan di atas karpet ruang tamu jadi siapa saja tamunya boleh mencicipinya.

Salah saya kok nggak nanya apa saja makanan khas kampung buatan Mbah Hadi ini. Ada yang bentuknya kerupuk-kerupukan, makanan basah seperti resoles dan lain sebagainya. Untuk tidak meninggalkan lebaran yang kekinian, Mbah Hadi juga melengkapi jajanan kampungnya dengan minuman kaleng, buah segar seperti semangka dan pisang.

Mengapa Melestarikan Jajanan Kampung?

Bagi Mbah Hadi, melestarikan jajanan kampung berarti ia turut menjaga agar aneka makanan tadi tidak hanya menjadi kenangan. Apalagi sebagai perantau, Mbah Hadi tak dapat memungkiri sesekali kangen menikmati jajanan khas Boyolali.

Beruntung sejak muda Mbah Hadi memang suka memasak sehingga masih hafal rumus-rumusnya membuat aneka jajanan khas kampung. Ia tak dibantu orang lain. Meski begitu cita rasa yang didapatkan dari aneka jajanan kampungnya masih original.

Jajanan Kampung Berpeluang Menjadi Usaha?

Menurut Mbah Hadi, ia kerap mendapatkan pesanan warga yang rindu jajanan khas kampung. Dengan demikian, terbukti melestarikan jajanan khas kampung sebenarnya bisa dikembangkan menjadi sebuah usaha yang menjanjikan.

Meski yang dibuatnya jajanan khas kampung di Boyolali, namun buktinya yang pesan ke Mbah Hadi tidak semuanya orang Boyolali. Setiap orang punya lidah, diantara banykanya lidah warga pasti ada yang memiliki kesukaan jajanan yang sama.

Salah satu contoh yang paling gampang ialah menyediakan lapak bagi para pembuat jajanan khas kampung seperti Mbah Hadi ini. Jika selama ini banyak ditemukan penyedia lapak di sudut-sudut jalan, kebanyakan mementingkan kuantitas atau jumlah. Semakin banyak orang menitipkan jajanan mereka semakin banyak orang membeli, begitu mungkin pikir penyedia lapak.

“Lho kalau membuat lapak khusus jajanan kampung saya rasa banyak penggemarnya. Kalau mau dicampur ya tetap jajanan khas dari kampung yang berbeda,” tutur Mbah Hadi kala itu.

Gooders, ada yang ingin mencoba melestarikan jajanan khas kampung seperti dilakukan Mbah Hadi ini? Atau sekadar menjualnya kembali? *** -Nurali Mahmudi-