free page hit counter

Jadi Jutawan dari Bisnis Online, Ini Kisah Sukses Warga Kampung Blogger Magelang

Lelaki Ini Ajari Warga Desanya Jadi Jutawan dari Bisnis Online
Pengurus dan beberapa anggota Kampung Blogger yang sukses memvirusi warga desa jadi jutawan dari bisnis online. Foto – tri mujoko bayiaji/jawa pos

GOODAY – Jadi jutawan dari bisnis online ? Ada yang mengenal Sumbodo Malik? Kalau belum, ia adalah pendiri Kampung Blogger di Desa Menowo, Magelang, Jawa Tengah. Ialah yang menjadi sosok inspiratif kali ini.

Pada awalnya, Sumbodo Malik adalah karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Suatu ketika ia jatuh sakit selama 10 hari. Ketika sembuh, ia bingung mau mencari uang kemana untuk membayar sewa rumah kontrakannya dan makan.

Jika harus menunggu gajian, sebulan sekali baru menerima gaji. Sementara urusan makan dan kebutuhan lain tak bisa ditunda.

Menemukan Kembali Buku Bisnis Online

Pada saat itu ia memberskan kamarnya dan menemukan buku yang isinya mengajarkan bagaimana mendapatkan uang melalui internet. Sebenarnya buku itu sudah dua tahun dibelinya. Hanya saja sewaktu pertama membeli dan membacanya, ia sama sekali tak berminat mempraktikannya.

Karena kepepet, ia pun mengulang lagi membaca halaman demi halaman buku itu. Ketika dipahami, ia yakin bisa melakukan apa yang diajarkan. Lalu mulailah ia belajar bisnis online di sela-sela waktu luangnya.

Tentu saja apa yang dibaca di buku dan dalam praktiknya kadang tak sama persis. Namun Sumbodo tidak patah semangat. Karena hanya itulah yang dia pikir bisa membantunya mengatasi kesulitan keuangan.

Lelaki kelahiran Lampung, daerah ayahnya berasal ini sebelumnya juga pernah bersinggungan dengan bisnis online lewat temannya. Ia pun mengingat kembali apa yang pernah didengarnya dan memadukannya dengan ilmu yang diajakrkan dari buku.

Sumbodo berkeinginan menekuni bisnis online bukan sekadar menambah wawasan, melainkan ingin menjadi jutawan dari bisnis online.

Uang Tinggal Rp50.000, Sedekah atau Makan?

Hari itu hari Jumat, kenang Sumbodo seperti disampaikannya dalam video Youtube kanal Motivasi Bisnis bagian 2 yang diunggah pada 8 Oktober 2018. Dalam video yang diberi judul Kampung Blogger Magelang – Part 2 (semuanya ada 4 bagian) ini, uang di kantongnya hanya tinggal Rp50 ribu.

Ada kebimbangan dalam hatinya. Kebetulan usai subuh ia menonton tayangan kajian keagamaan oleh Ustaz Yusuf Mansyur di televisi tentang manfaat bersedekah. Namun ia juga merasa lapar. Akhirnya ia memutuskan untuk membli makan dengan uang itu.

Rupanya kalau Allah berkehendak, tak ada yang tak mungkin. Hari Jumat siang itu makannya telat, dan waktunya mepet dengan jam salat Jumat. Sumbodo pun akhirnya memasukkan uang Rp50 ribu tadi ke kotak infak masjid.

Ia pasrahkan saja kepada Allah dengan berniat baik dan memulainya dengan bismillaahirrahmaanirrahiim. Ia kemudian kembali bekerja seperti sediakala.

Malam harinya ia mendapatkan pemberitahuan menghasilkan 400 dolar Amerika dari praktik bisnis olinenya. Betapa bangganya Sumbodo. Pada bulan kedua mendapatkan 700 Dolar Amerika dan bulan ketiga 1.000 Dolar Amerika.

Sumber video https://youtube/embed/ra35Py52BnQ

Mengajari Teman Sekantor Jadi Jutawan dari Bisnis Online

Melihat hasilnya, Sumbodo pun mulai memberitahu teman-teman sekantornya. Awalnya mereka tak percaya dengan apa yang disampaikan Sumbodo. Namun ketika sudah melihat hasilnya, tak sedikit teman sekantor Sumbodo yang minta diajari bagaimana caranya.

Sumbodo tidak pelit ilmu. Teknik bisnis online yang digelutinya selama ini diajarkan kepada teman-temannya. Karena teman-temannya juga sungguh-sungguh belajar, pelan-pelan mereka pun mendapatkan hasilnya.

Lalu muncul masalah di kantor Sumbodo. Ketika beberapa temannya merasa optimis bisa jadi jutawan dari bisnis online, satu persatu mereka keluar dari pekerjaannya. Mereka memilih menekuni bisnis di dunia maya dengan bekal yang diajarkan Sumbodo.

Melihat kenyataan itu, suasana di kantor mulai kurang nyaman bagi Sumbodo. Apalagi ketika ada anak baru yang membawa laptop ke kantor justru ditanya oleh manajemen apakah akan mengikuti jejak Sumbodo?

“Akhirnya ya saya keluar sekalian daripada nggak enak,” ungkap Sumbodo.

Sejak saat itulah Sumbodo menekuni bisnis yang dilakukannya dengan internet. Satu satu ilmu dipelajarinya sambil jalan. Jika ada persoalan yang dihadapinya, ia mencari jawabannya melalui Mbah Google.

Prihatin Melihat Remaja di Kampungnya Banyak Nganggur

Ketika pulang ke Desa Menowo, Sumbodo prihatin melihat banyak anak mudanya yang hanya kumpul-kumpul saat malam hari. Ngobrol ngalor ngidul tak karuan sambil main gitar.

Ia pun meminjamkan buku yang sebelumnya menjadi pembuka usahanya lalu kembali ke Jakarta. Dan ia benar-benar terkejut saat pulang ternyata kondisi buku yang dipinjamkan sama sekali tak dibaca. Lecek sana-sini.

Ada kemarahan dalam hati Sumbodo. Ia pun menjalankan bisnis onlinenya di rumah. Meski sebenarnya sudah jadi jutawan dengan bisnis online, ia harus membuktikan dirinya dengan cara khusus agar para remaja di desanya tergerak hatinya.

Motor bagus dan mobil pun akhirnya dibeli. Dan benar saja, denga pemancing itu warga desanya mulai tertarik. Awalnya para remaja yang terbiasa mengoperasikan komputer diajarinya tentang cara-cara berbisnis online, Langkah demi langkah, tahap demi tahap dipandunya.

Tak butuh waktu lama, saat ada yang mulai menikmati hasilnya semakin banyak warga yang minta diajari. Betapa bahagianya Sumbodo setidaknya bisa mengubah pola pikir anak-anak muda di desanya dari yang awalnya cuma kongkow-kongkow berubah menjadi pebisnis online.

Kampung Blogger Gudangnya Jutawan dari Bisnis Online

Puluhan warga Desa Menowo Magelang pun berubah drastis dari sisi perekonomian. Keteladanan Sumbodo Malik pun menyebar begitu cepat. Apalagi peran media, membuat namanya dikenal meluas.

Dari sebuah tayangan di SCTV pada Program Sosok Minggu ini yang diunggah ke Youtube oleh Chris Matt pada 29 Maret 2015, kebehagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah Sumbodo. Bagaimana tidak, dulu di desanya banyak pengangguran kini berpenghasilan ratusan bahkan ribuan Dolar Amerika per bulan.

“Harus berbagi (ilmu) karena harapan saya anak-anak muda di sini bisa mendiri secara finansial. Tidak menggantungkan diri dari orangtuanya,” ungkap Sumbodo.

Sumbodo tak ingin kaya sendiri. Baginya dengan berbagi rezeki tak akan menukar rezeki dari Allah. Ia juga sama sekali tak khawator akan istilah pesaing.

Heri, Warga Menowo mengaku hanya posting dan posting yang diajarkan Sumbodo. Warga lain, Lusi senang bisa belajar bisnis online.

Menurut Sumbodo, Kampung Blogger yang digagas bersama anak muda Desa Menowo tumbuh dan berkembang melalui bisnis online. Baik dari jualan online maupun cara lain seperti monetize dengan program periklanan.

“Saya pernah menerima Rp2 juta, Rp4 juta, Rp9 juta dan pernah juga di atas Rp10 juta,” ujar ibu rumah tangga Desa Menowo, Winarni.

Atau dengar pengakuan Toni, setelah jadi jutawan dari bisnis online ia bisa menghajikan simbahnya, membeli tanah, membeli ruko. “Dan mobil itu,: tunjuk Toni ke arah sebuah mobil sedan warna putih yang ada di belakangnya.

Tokoh masyarakat pun senang, seperti pengakuan Sapari. Kondisi perkonomian warga terangkat.

Komunitas Bisnis Online Kampung Blogger Larang Pelit Ilmu

Sumber video https://youtube.com/embed/2Z6v4mC7wSc

Salah satu begitu cepatnya kemajuan warga Desa Menowo menghasilkan uang dari bisnis online karena bagi anggota Kampung Blogger tak boleh pelit ilmu. Hal ini ditekankan sekali oleh Sumbodo.

Untuk melengkapi berburu dolar di internet, Kegiatan Kampung Blogger pun lebih beragam. Diantaranya ada kursus Bahasa Inggris. Hal ini menjadi penting karena para blogger di kampung ini mengandalkan postingan berbahasa Inggris.

Lalu dari mana mereka bisa melakukannya selama ini? Rupanya warga menggunakan fasilitas penerjemah online untuk membuat postingan. Jika menguasai Bahasa Inggris maka proses membuat sebuah artikel menjadi lebih cepat.

Sesama anggota saling mengajar, khususnya anggota lama harus menularkan ilmunya kepada anggota baru. Anak-anak yatim pun tak lepas dari perhatian anggota Kampung Blogger. Mereka didorong terus untuk bisa maju.

Bukan hanya warga Desa Menowo yang datang berguru, warga dari daerah lin pun tak jarang datang rombongan ke Kampung Blogger untuk mendapatkan bagaimana caranya bisa jadi jutawan dari bisnis online.

Semoga menginspirasi Gooders yang baik. *** -Nurali Mahmudi-

You May Also Like

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com