Gaji Pas-pasan Tak Menghalangi Polisi Muda Ini Peduli Sesama

Bripka Hendra bersama Terabus dan istri serta anak bungsunya. Foto - suarasiber.com

GOODAY – Ketika menyadari bahwa manusia itu mahluk sosial yang harus bersosialisasi dan paham bahwa Allah maha kaya, lahirlah jiwa baik seperti milik Bripka Hendra. Sebagai Babinkamtibmas, polisi ini dikenal dekat dan suka membantu sesama.

Dipercaya sebagai Babinkamtibmas di Kelurahan Seienam, Kecamatan Bintan, Timur, Kabupaten Bintan, Hendra sudah terbiasa dengan warga sekitar kantornya. Karena bertugas melayani masyarakat, ia usahakan untuk mengenal lebih jauh setiap warga.

Di balik itu semua, perhatiannya kepada warga menjadi buah bibir. Meski gaji per bulan berkisar Rp2 juta, namun tak menyurutkan niat bagi Hendra untuk tetap berbagi. Khususnya untuk warga yang kurang mampu.

Pada hari Senin, 25 Februari 2019, Hendra membelanjakan beberapa bagian gajinya untuk membeli beras, tepung, satu papan telur ayam, gula, teh kotak dan minyak goreng. Bahan kebutuhan pokok itu bukan untuk keperluan sendiri, melainkan akan disumbangkan kepada seorang warga.

Sebelum matahari keburu terbenam dan azan maghrib berkumandang, Hendra melangkahkakinya dengan langkah panjang menuju sebuah rumah kecil dekat posnya. Sudah sekialn lama Hendra memerhatikan kehidupan di rumah itu. Dan terbersit niatnya yang mulia.

Hendra membawa barang-barang kebutuhan pokok tadi. Kebetulan ketika ia datang pemilik rumah, Terabus baru pulang dari kerjanya. Terabus adalah pemulung barang bekas yang memiliki tiga anak menjadi tanggungannya. Sebenarnya ia dikaruniai lima anak, namun anak pertama dan kedua sudah meninggal.

Baca Juga:

Pengorbanan Kedua Orang Ini Berbuah Juara I Kontes Otomotif Kelas Decal Sticker MRSF 2019

Dulu Tukang Sapu, Kini Pengusaha Beromzet Ratusan Juta Sebulan

Tidak Jujur Itu Sulit untuk Diperbaiki

Usia 2 Bulan Jadi Anak Angkat, Kecilnya Dibully dan Dihina, Kini Berpangkat Kombes

Menikmati Jajan Khas Melayu Tempo Dulu Ala Pasar Warisan di Penyengat, Wah Seru

Cara berjalannya yang tak lahi tegap karena ia pernah menjadi korban kecelakaan lalu lintas, beberapa tahun silam. Sejak itulah ia hanya bisa bekerja sebagai pemulung. Kondisi kaki dan kesehatannya yang tak lagi prima membuatnya hanya mampu mencari barang bekas di sekitar rumahnya. Tak bisa lagi berjalan berkilo-kilo meter.

Terabus sudah berusia 65 tahun. Usia yang bagi orang-orang kaya tinggal dinikmati sambil bermain dengan cucu. Namun Terabus harus terus berjalan, memungut satu demi satu kaleng bekas atau sampah lain yang bisa dijualnya kembali.

Dari ketiga anaknya, hanya si bungsu masih bersekolah. sekarang kelas lima sebuah Sekolah Dasar.

Rumah Terabus semi permanen, dengan lantai rumah beralas terpal yang tak lagi baru. Atapnya berlubang di beberapa titik, menjadikan rumah ini selalu bocor kalau hujan turun. belum ada niat atau mungkin tak ada niat bagi Terabus bisa memperbaiki istananya itu. Bisa berlindung dari panas dan hujan sudah disyukurinya.

Hendra menyerahkan bahan kebutuhan pokok yang dibawanya kepada Terabus. Ia katakan apa yang dilakukannya sebagai bentuk manusia yang tai bisa hidup sendiri. Ia berharap bantuannya bisa bermanfaat bagi keluarga Terabus.

Terabus terharu. “Terima kasih Pak, atas bantuannya. Bersyukur sekali saya punya Pak Polisi yang perhatiannya luar biasa, dan peduli sama kami,” demikian disampaikan Terabus. ***

Bahan dilansir dan diolah dari suarasiber.com

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com