Cobaan Bertubi Tak Goyahkan Semangat Lelaki Tangguh Ini untuk Tetap Berwirausaha

Kisah Inspiratif Udin Syarifuddin, Perajin Limbah Kaca dari Tanjungpinang (bagian 3)

GOODAY – Aldi tak pernah menyangka sebelumnya, jika ia memiliki bakat seni seperti itu. Poster kaligrafi nama anak terus digelutinya hingga terbersit dalam pikirannya membuka galeri lukisan. Jika ia memiliki galeri, maka selain bisa menjual lukisan masih bisa menerima order pembuatan poster kaligrafi tadi.

Kabupaten yang dipilihnya Natuna. Diberinya nama G n Q Collection. Dua huruf di awal dan akhir nama galerinya tak lain merupakan nama kedua anaknya.

“Ketika punya galeri saya belanja lukisan ke Jakarta. Jadi sering bolak-balik untuk menyiapkan persediaan barang di galeri,” tutur Aldi.

Namun perkembangan galerinya tak sesuai harapan. Dan dua tahun bagi Aldi dianggap cukup untuk mengambil keputusan. Keputusannya ialah menutup G n Q lalu kembali lagi ke Tanjungpinang.

Di Tanjungpinang, pada tahun 2009 Aldi menemukan partner usaha. Temannya yang menyiapkan tempat, sementara isinya Aldi yang mengisi. Jenisnya tetap sama galeri. Namun hambatan agaknya mulai sering dialami Aldi.

Baru saja berkembang, muncul masalah lain sehingga ia harus mencari kios sendiri. Setelah memutar kota, tanya sana-sini akhirnya ia menyewa kios di samping Polres Tanjungpinang, Batu 5, Tanjungpinang.

Di ini ia mulai fokus membuat artifisial atau sesuatu yang tidak alami, buatan. Lirikannya bunga-bunga buatan sekaligus batang dan viasnya. Ini terjadi pada 2010. Untuk memberikan sentuhan alami pada vasnya, Aldi terus berinovasi. Dari semen terlalu berat, dari kertas terlalu ringan. Juga bagaimana kesannya agar batang bunga dan vasnya tampak alami.

Baca Juga:

Kerikil Terjal dan Tajam Iringi Perjalanan Band Rock Kepri Rekaman di Jakarta

Ini Lagu Alm Ustaz Harry Moekti yang Keren Banget untuk Membakar Semangat

Bersikap Kritis di Waktu yang Tipis

Mantan Satpam Ini Hasilkan Rp40 Juta dari Modal Rp700 Ribu, Apa yang Dilakukannya?

Pernah 2 Hari 2 Malam Tak Makan, Lelaki Ini Akhirnya Ciptakan Produk yang Digandrungi

Pencariannya bahkan sampai ke Kabupaten Lingga dan Tanjungbalai Karimun, untuk mendapatkan bagian-bagian pohon sagu untuk dipadupadankan ke dalam kara vas bunga artifisialnya.

Untuk mengembangkan usahanya, ia tak malu datang dari satu showroom furniture ke showroom lain, mencoba menawarkan kerja sama.

Bukan hanya usaha swasta, Aldi pun masuk ke kantor-kantor pemerintahan. Dari sinilah ia mulai mengenal sejumlah pejabat yang kelak akan bermanfaat baginya.

Pada tahun 2011 ia mendapatkan undangan dari pemda untuk mengikuti pelatihan limbah kaca di Cimahi, Jawa Barat. Aldi tak sendiri, bersamanya berangkat juga 6 orang yang merupakan perwakilan dari enam kota/kabupaten di Kepri.

“Saya mewakili Kota Tanjungpinang,” terangnya.

Bagi Aldi, inilah saatnya mengenal bagaimana membuat karya seni tangan sesungguhnya. Mumpung dipandu mentor berpengalaman, setiap penjelasan dari mentor diserapnya habis-habisan.

Sekembalinya dari Cimahi, Aldi meyakini bahwa ilmu yang diperolehnya dari pelatihan bisa menjadi semangat baru. Keyakinan itu terus dipupuknya dalam hati.

“Dua galeri saya tutup, modal sudah habis diputar untuk itu. Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan-Nya dan saya bisa ikut pelatihan lombah kaca,” tutur Aldi.

Wirausaha sudah melekat dalam hatinya. Sekali melangkah, Aldi pantang meyerah. Untuk meraih prestasi pati tak mudah, namun ia juga tak mau goyah. Mental pun diasah. (bersambung) -Nurali Mahmudi-

Caption : Aldi juga sempat menularkan ilmunya tentang artifisial kepada beberapa warga. Foto – Dok Aldi

Recommended For You

About the Author: Nurali

Lahir di Desa Bermi Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai guru SD. Mencoba menulis, menyanyi dan melukis, akhirnya hanya menulis yang tetap dilakoni. SD di kampung, SMP di Gembong, melanjutkan di SMAN 1 Pati, kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Peserta berbagai pelatihan jurnalistik dan beberapa tulisannya memenangi lomba tulis tingkat lokal dan nasional. Sempat bekerja di sejumlah koran cetak, dan kini menjabat sebagai Redpel suarasiber.com