free page hit counter
Pemain gitar dan biola ini beraksi di atas kapal Roro Batam - Bintan

Bantu Orang Lain dengan Caramu Sendiri, Kawan

GOODAY – Bantu orang lain, mudah mengatakan namun sulit dilakukan. Apalagi bagi pemilik bakat untuk memperlihatkannya kepada banyak orang. Setiap manusia diberikan bakat oleh Tuhan Sang Pencipta. Namun tidak semuanya menyadari dalam dirinya ada bakat yang seharusnya dikembangkan. Dan banyak yang memiliki bakat, menyadarinya, namun malas berbagi.

Ini kisah nyata tentang bagaimana dua pemuda yang memiliki bakat bermusik telah menginspirasi orang lain. Apa yang dilakukan dua pemuda ini sebenarnya hanya iseng, namun nyatanya telah membuat banyak orang merasa senang dan terhibur karenanya.

Kejadiannya sudah satu tahun lebih, di atas sebuah kapal RoRo yang mengarungi lautan dari Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam menuju Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. Bisa dibayangkan, menempuh perjalanan kira-kira satu jam hanya dengan memandang laut bagi sebagian penumpang adalah hal membosankan.

Apalagi bagi penumpang yang sering menggunakan jasa transportasi laut ini, tentu bosan melihat air. Karena yang dilihat ya itu-itu saja, karena rute perjalanan kapal RoRo pasti sudah ditentukan. Tidak mungkin mengajak penumpangnya jalan-jalan dahulu. Kecuali saat gelombang tiba-tiba membesar di tengah perjalanan, biasanya kapal akan merapat di balik pulau-pulau demi keamanan.

Banyak Cara Bisa Bantu Orang Lain

Gooders yang baik hati, saat Anda yakin memiliki bakat, adakalanya malu untuk memperlihatkannya. Karena ada bebarap alasan tentunya, misalnya takut orang lain memiliki bakat serupa Anda namun lebih bagus. Padahal nyatanya belum tentu seperti itu. So, tak ada salahnya pada saat yang tepat Anda menjadi sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Keceriaan Ilalang bersama teman-temannya di Sekolah Menangah Musik Yogyakarta
Ilalang (kedua dari kanan) tertarik belajar gitar karena melihat pemuda di atas kapal Roro. f-instagram.com/farand.ilalang_

Kala itu saya bersama anak saya yang masih kelas dua SMP pulang dari Batam. Saat duduk di ruang tengah, tempat para penumpang duduk dengan hiburan televisi yang menayangkan film lawas, tiba-tiba terdengar suara biola dan gitar.

Rupanya di dek kapal, di samping ruang penumpang ada dua pemuda yang tidak saya ketahui namanya asyik memainkan alat musik di tangan mereka masing-masing. Yang satu memainkan gitar, satunya lagi memainkan biola. Perpaduan dua alat musik yang dimainkan secara apik menjadi harmoni yang mengalahkan perhatian sejumlah penumpang kapal.

Keduanya bermain tanpa diminta. Tidak untuk mencari recehan sebagai pengamen. Meski di atas kapal, kedfua seniman musik ini bermain sepenuh hati. Sesekali keduanya tersenyum menatap wajah orang-orang yang mengelilinginya. Tampak jelas wajah-wajah para penumpang senang, menikmati permainan musik kedua pemuda itu.

Bantu Orang Lain Bisa di Mana Saja

Kedua pemuda ini adalah contoh yang tepat jika bicara kapan seseorang harus menunjukkan bakatnya kepada orang lain. Contoh lainnya sangat banyak, Anda bisa bernyanyi ketika menghadapi seseorang yang tengah stres karena ditinggal kekasihnya. Tentu saja nyanyikan lagu gembira, jangan lagu sedih apalagi kematian.

Atau saat MC acara 17-an di kampung tiba-tiba sakit. Sementara Anda ternyata diam-diam memiliki kemampuan untuk menjadi MC. Anda pernah belajar dan bahkan sering menerima job. Anda malu hanya karena lama merantau ke daerah lain dan baru pulang menjelang Agustusan di kampung.

Memainkan biola dan memetika senar gitar di lorong sempit di dek kapal RoRo tentu bukan panggung yang sempurna bagi kedua pemuda tadi. Namun dengan cueknya, mereka melakukan atraksi yang menghibur banyak orang. Siapa tahu satu dua orang yang menyaksikannya memanjatkan doa dalam hatinya.

Semoga dimudahkan rezekinya, semoga kelak menjadi musisi kelas atas, semoga hidupnya menyenangkan dan doa doa baik lainnya.

Dan sebuah kebaikan sebenarnya ditanamkan oleh kedua pemusik di atas kapal ini. Salah satu remaja yang menyaksikan penampilan keduanya rupanya tertarik dengan petikan gitar yang dimainkan salah satu pemuda.

Dan Tersinspirasilah Seorang Remaja

Namanya M Farand Ilalang, remaja yang menatap jari-jemari pemuda pemain gitar. Padahal sebelumnya ia sama sekali tak memiliki ketertarikan dengan gitar. Entah apa yang dipikirkannya. Yang pasti saya melihatnya dari kejauhan bagaimana remaja kelas dua SMP itu mengangguk-anggukkan kepalanya.

Beberapa waktu berlalu. Siapa sangka Ilalang menjadi remaja yang kemudian memilih belajar bermain gitar ketimbang main-main tak karuan. Kepada ayahnya ia minta agar dimasukkan les bermain gitar di Yamaha Music School, Tanjungpinang. Padahal ia sudah berada di pengujung kelas dua, sebentar lagi kelas tiga.

Semoga mereka bisa bantu orang lain dengan caranya sendiri
Ilalang bersama temannya dari Jambi, Yogyakarta dan Malaysia di depan Sekolah Menengah Musik Yogyakarta. Foto-instagram.com/farand.ilalang_

“Saya berterima kasih kepada Allah dan Abang-abang yang main gitar dan biola di atas kapal waktu itu,” ujar Ilalang saat liburan ke Tanjungpinang.

Sekarang ia adalah satu dari 26 siswa Sekolah Musiknya Indonesia, SMKN 2 Kasihan Bantul, Yogyakarta. Ia mengambil jurusan instrumen gitar klasik. Teman-temannya dari seluruh Indonesia yang terpilih, bahkan di SMM ada yang dari Malaysia dan Amerika. Ia adalah remaja yang mengenakan kaos hijau dengan celana jins biru tua di foto di atas kapal RoRo.

Gooders yang baik hati, tak ada yang rugi dengan melakukan sesuatu sesuai kata hati. Catat, tentu kata hati yang positif. Dan sebagai penutup tulisan ini, mengapa saya tahu pasti awal mula kertertarikan Ilalang akan gitar dari pemin gitar di atas kapal RoRo? Karena saya ayahnya. Kepadanya saya pesankan, Bantu Orang Lain dengan Caramu Sendiri, Nak! *** -Nurali Mahmudi-

Di sinilah sekarang Ilalang bersekolah

Sumber video: youtube.com/embed/5oVt2GwX8zg

1 thought on “Bantu Orang Lain dengan Caramu Sendiri, Kawan

Comments are closed.