free page hit counter

Kerikil Terjal dan Tajam Iringi Perjalanan Band Rock Kepri Rekaman di Jakarta

GOODAY – Tahun 2008 silam, Indonesia pernah memecahkan rekor dunia rekaman dan rilis 8 album dari 82 band sekaligus. Kegiatannya bertajuk Release Your Songs (RYS), diprakarsai oleh PT Akal Liar Ali dan didukung seorang pengusaha muda saat itu, Soetrisno Bachir.

Akhirnya bisa juga tampil di Jakarta untuk melaunching album kompilasi. Foto – Dok Toast Barock

PT Akal Liar (Akalliar) sendiri berisi pentolan musik tanah air diantaranya Ali Akbar, Ian Antono (God Bless) dan Iwan Xaverius (mantan bassist Edane). Merekalah yang menyeleleksi lagu para peserta.

Sangat sedikit yang tahu jika saat itu ada sebuah grup musik rock asal Batam bernama Toast Barock yang tengah berjuang agar dapat mengikuti RYS tersebut. Personelnya dari beragam profesi, bahkan ada yang sebagai buruh bangunan. Jadi untuk latihan harus menyesuikan jadwal waktu luang setiap personel.

Toast Barock adalah Zainal Hafizhin sebagai vokalis, Hamdan M Asri sebagai gitaris, M Aatfik AM sebagai gitaris, Cut Indra M sebagai kibodis, Abdul Bahid sebagai basis, Ardiyanto sebagai drummer.

Gilanya, Toast Barock tak hanya membidik satu genre yang dilombakan. Lagu Kita Rayakan untuk genre Power of Rock sementara Rahasia Cinta untuk genre Rock.

Untuk latihan, bukan hanya terkendala waktu luang semua personel. Melainkan sewa rental studio musik. Semangat Hamdan dan teman-temannya memang luar biasa, mau utang teman atau pacar tak apalah yang penting bisa latihan.

Sumber Video : Youtube.com/embed/ 5BrwSNzhZWU

Saat lagu dianggap sudah pantas direkam, mereka harus mencari uang agar bisa merekamnya dan mengirimkan CD demonya ke panitia di Jakarta. Pontang-panting mereka mencari dana. Akhirnya mereka berhasil mengirimkan CD demo Kita Rayakan dan Rahasia Cinta.

Tidak disangka, kedua lagu mereka lolos dan berhak untuk direkam bersama lagu para juara se-Indonesia. Toast Barock diundang ke Jakarta untuk launching album tanggal 16 Juli 2008 di Twin Plaza Hotel, Slipi, Jakarta Barat.

Semuanya ada 82 band dari seluruh Indonesia yang lolos. Dan jarang dari satu provinsi bisa melewatkan lebih dari satu lagu. Sementara Toast Barock dua lagunya lolos semua. Delapan CD kompilasi ini mulai diedarkan Februari 2009, 10 tahun lalu.

Baca Juga:

http://gooday.id/2019/03/02/ini-lagu-alm-ustaz-harry-moekti-yang-keren-banget-untuk-membakar-semangat/

Bersikap Kritis di Waktu yang Tipis

Mantan Satpam Ini Hasilkan Rp40 Juta dari Modal Rp700 Ribu, Apa yang Dilakukannya?

Pernah 2 Hari 2 Malam Tak Makan, Lelaki Ini Akhirnya Ciptakan Produk yang Digandrungi

Sebenarnya, Betapa Mudahnya Menemui Bapak Gubernur Kepri

Dalam waktu dua bulan, RYS mencatat sejumlah 420 peserta yang kira-kira terdiri atas 2.500 musisi. Karena undangan itu dianggap sebagai sebuah prestasi, semua personel Toast Barock pun sepakat untuk bisa tampil di depan juri dan para pemenang.

Toast Barock sudah dikabari, dari 82 lagu pemanang, hanya 16 yang akan ditampilkan di atas panggung. Dan Toast Barock salah satunya.

Batapa bingungnya anak-anak Toast Barock. Jangankan menyiapkan kostum untuk tampil di depan insan musik Indonesia serta ratusan peserta RYS, untuk ongkos perjalanan dari Batam ke Jakarta saja harus merayu sana-sini. Dalam pengumumannya, Akalliar memang tidak menyediakan biaya akomodasi. Mereka hanya membiayai biaya rekaman, promosi serta pemasaran.

Berbagai upaya pun dilakukan. Dari mencoba menghubungi para pejabat atau teman-teman dekat, namun uangnya belum cukup untuk keberangkatan bersama. Akhirnya setiap personel harus mencari uang bekalnya sendiri-sendiri.

Sumber Video : Youtube.com/embed/xNDB5JFx3iQ

Singkat cerita, berangkatlah para personel Toast Barock ke Jakarta atas undangan panitia RYS. Naik kapal laut, biar ngirit.

Alhamdulillah penampilan mereka sukses. Hingga akhirnya dua lagu mereka pun ada di dalam CD kompilasi yang didistribusikan ke seluruh tanah air.

Lantas jadi apa Toast Barock saat ini? Kembali ke pekerjaannya masing-masing. Berita kemenangan mereka tak menjadi sesuatu yang dianggap penting oleh pemerintah daerah. Bahkan saat ada beberapa personel Toast Barock terpaksa tinggal di rumah saudaranya di Jakarta sambil menunggu kiriman uang tiket pulang, tak ada yang peduli.

Tetapi itulah perjuangan kawan. Kalian sudah membuktikan bahwa bakat bukan hanya milik mereka yang didukung penuh pejabat dan pemerintah setempat. Setidaknya dengan modal seadanya, kalian masih bisa membuktikan mampu bicara.*** – Nurali Mahmudi –

Caption featured image : Foto – Dok Toast Barock